Kejar Lisensi A

Sabtu, 04 Juli 2015 - 11:24 WIB
Kejar Lisensi A
Kejar Lisensi A
A A A
BANDUNG - Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman menunjukkan antusiasme tinggi setelah PSSI mengabarkan jika kursus lisensi kepelatihan untuk A AFC telah dibuka. Bahkan, Djanur menyatakan kesiapannya sekalipun program kursus lisensi kepelatihan digelar di Laos.

Baginya, kesempatan meningkatkan grade ini sangatlah berharga. Di samping tidak adanya kegiatan, peluang memperoleh lisensi A AFC itu dapat menjadi bekal Djanur saat tampil di level internasional. “Yabaguslah. Mudahmudahan saja memang membuka (kursus kepelatihan). Karena saya membutuhkan dan sudah saya tunggu cukup lama”, ungkap Djanur kepada KORAN SINDOdi Stadion Persib (Sidolig), Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, kemarin.

Saat ini, Djanur baru mengantongi lisensi kepelatihan B AFC. Imbasnya pelatih kelahiran Sumedang itu, tidak bisa mendampingi dan memberikan instruksi langsung di sisi lapangan saat Persib mengarungi kompetisi Asian Champions League(ACL) 2015 maupun AFC Cup 2015. Sebagai gantinya, Maung Bandung menunjuk Pelatih Emral bin Bustamam.

Selain dapat membawa Persib di tingkat internasional, dengan lisensi kepelatihan A AFC, memungkinkan Djanur untuk menukangi klub luar negeri. Apalagi kabarnya pelatih yang membawa Persib juara Indonesia Super League(ISL) 2014 ini mendapatkan tawaran dari sejumlah klub luar negeri. “Ya karena terganjar lisensi jadi tidak bisa. Tapi tawaran itu juga hanya cuma obrolan saja. Jadi tidak dianggap serius,” tuturnya.

Di sisi lain, juru bicara PSSI Tommy Welly memastikan, sanksi yang diberikan FIFA kepada Indonesia tidak berpengaruh jika ada pelatih Indonesia yang ingin menjalani kursus kepelatihan di luar negeri. “Sama seperti pemain yang ingin main di luar (negeri), pelatih ingin melatih di luar. Jadi kalau ada pelatih yang ingin mengambil kursus lisensi, ya memang harus di luar Indonesia,” tegas Tommy.

Hanya saja, pria yang akrab disapa Bung Towel ini mengatakan, saat ini kemungkinan besar hanya Laos yang membuka kursus kepelatihan. “Malaysia mungkin juga. Tapi setahu saya kalau Malaysia slotnya hanya untuk pelatih dari mereka sendiri, tidak bagi pelatih diluar negaranya. Nah, kalau di Laos masih mungkin. Karena slot mereka longgar, kita bisa masuk untuk ikut. Tapi ya instrukturnya pasti pakai Bahasa Inggris. Kalau yakin, ya itu tidak masalah karena di tengah sanksi, hanya itu caranya,” pungkasnya.

Muhammad ginanjar
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
4 jam yang lalu
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
5 jam yang lalu
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
11 jam yang lalu
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
12 jam yang lalu
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
13 jam yang lalu
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
16 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved