Ahok Ajak Polda Bentuk Badan Khusus Antitawuran
Rabu, 24 Juni 2015 - 05:20 WIB
Ahok Ajak Polda Bentuk Badan Khusus Antitawuran
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mengajak Kepolisian Daerah Metro Jaya membentuk badan khusus antitawuran. Ini dilakukan guna meminimalisir tawuran yang marak di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, untuk mengatasi permasalahan tawuran yang biasanya marak terjadi pada Ramadan, pihaknya sudah meminta kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian untuk bekerjasama membentuk suatu badan khusus.
"Kalau enggak salah tawuran warga itu udah diatur dalam Inpres No 3 Tahun 2014, kalau enggak salah. Isinya bagaimana kepolisian bersama pemerintah daerah membuat satu badan atau semacamnya untuk mengatasi itu," kata Ahok di Balai Kota, Selasa 23 Juni 2015 kemarin.
Sementara untuk mengatasi tawuran antarsekolah, Ahok menjelaskan, sudah bekerjasama dengan kepolisian, di mana sanksinya harus dikeluarkan dari sekolah didiknya."Kalu sekolah kita sudah bekerjasama dengan polisi. Apabila kedapatan pelajar di sekolah negeri terlibat tawuran, kita keluarkan saja sudah. Oleh karena itu perlu ada badan khusus antitawuran," ungkapnya.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, untuk mengatasi permasalahan tawuran yang biasanya marak terjadi pada Ramadan, pihaknya sudah meminta kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian untuk bekerjasama membentuk suatu badan khusus.
"Kalau enggak salah tawuran warga itu udah diatur dalam Inpres No 3 Tahun 2014, kalau enggak salah. Isinya bagaimana kepolisian bersama pemerintah daerah membuat satu badan atau semacamnya untuk mengatasi itu," kata Ahok di Balai Kota, Selasa 23 Juni 2015 kemarin.
Sementara untuk mengatasi tawuran antarsekolah, Ahok menjelaskan, sudah bekerjasama dengan kepolisian, di mana sanksinya harus dikeluarkan dari sekolah didiknya."Kalu sekolah kita sudah bekerjasama dengan polisi. Apabila kedapatan pelajar di sekolah negeri terlibat tawuran, kita keluarkan saja sudah. Oleh karena itu perlu ada badan khusus antitawuran," ungkapnya.
(whb)