Sering Tak Lihat Bulan, Sedih saat Hujan

Jum'at, 19 Juni 2015 - 08:47 WIB
Sering Tak Lihat Bulan,...
Sering Tak Lihat Bulan, Sedih saat Hujan
A A A
KULONPROGO - Penentuan awal bulan puasa dilakukan melihat bulan dengan mata telanjang dan bantuan teropong. Namun terkadang hasilnya disikapi beragam oleh masyarakat dalam menentukan awal puasanya.

Meski begitu, Tim Rukyatul Hilal tetap bekerja dan melakukan pantauan. Suasana Pantai Trisik yang berada di Kecamatan Galur, Kulonprogo, Selasa (16/6) sore, tampak ramai. Meski matahari mulai condong ke barat, sejumlah orang masih asyik memantau proses tenggelamnya matahari. Tidak hanya dengan mata telanjang, sejumlah orang tampak membidikkan teropong ke arah barat untuk melihat bulan.

Mereka ini bukan wisatawan yang menikmati proses tenggelamnya matahari yang dikenal indah. Namun, mereka merupakan Tim Rukyatul Hilal dari Kementerian Agama Kulonprogo, Pengadilan Agama, dan juga dari tokoh agama dan ormas Islam. Mereka sengaja datang melihat bulan sebagai penentu datangnya bulan puasa. “Saya sudah dua tahun ikut dalam tim ini,” ujar Tubiyanto, Staf Penyelenggara Syariah Kemenag Kulonprogo.

Menurutnya, ada kebanggaan tersendiri bisa masuk tim ini. Apalagi dia bisa ikut syiar dan menjalankan ibadah. Tidak hanya itu, dia juga bisa mengagumi alam dan menyatu dengan alam yang menjadi ciptaan Sang Kuasa. Rukyatul hilal menjadi salah satu amalan hukum Islam yang harus dilakukan. Sebab dari pantauan ini, akan menjadi dasar bagi masyarakat melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadan. “Lebih banyak sukanya, meski lebih sering tak bisa melihat bulan,” tuturnya.

Untuk bisa menggunakan teropong diakuinya ada diklat khusus. Hal itu penting agar tidak ada kesalahan dan penggunaan alat. Sebab teropong itu bisa menjadi bumerang jika dipakai tanpa prosedur dan penggunaan benar. “Susahnya kalau hujan, lainnya lebih senang,” ujarnya.

Ketua Badan Hisab Rukyat Kulonprogo, Jauhar Mustofa mengatakan, perlu ada pemahaman yang benar dalam melaksanakan rukyatul hilal. Salah satunya dengan mendasarkan atas pemahaman dan pengetahuan tentang astronomi. Kerap saat tanggal 29 Syaban, bulan tidak tampak seperti kemarin.

Namun, ketika ditambah sehari, justru bulan sudah cukup tinggi. Ini terjadi karena letak bulan masih dua derajat sehingga belum tampak. Sementara setiap hari pergeseran bulan sekitar 12 derajat. Artinya, ketika selang sehari bisa jadi posisi bulan sudah naik 10 derajat dan bisa dilihat dengan mata telanjang. “Itu yang kadang menjadi persepsi salah di masyarakat. Padahal ketika kurang, bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari,” katanya.

Di Kulonprogo selama ini rukyat dilaksanakan di Pantai Trisik. Namun, tim masih mencari lokasi alternatif lain yang bisa dipakai. “Ada tawaran di Kokap, Giripeni, sampai Puncak Suroloyo. Prinsip lokasi harus bebas dari gangguan,” tuturnya. bersambung

Kuntadi
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
1 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
5 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
6 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
6 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
6 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved