Gajah Binaan WWF di TNTN Pelalawan Mati Misterius

Selasa, 16 Juni 2015 - 10:45 WIB
Gajah Binaan WWF di...
Gajah Binaan WWF di TNTN Pelalawan Mati Misterius
A A A
PEKANBARU - Seekor gajah remaja di temukan mati di Kawasan Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Riau.

Gajah berjenis kelamin betina ini merupakan gajah latih atau Elephant Flying Squad Tesso Nilo yang bina oleh organisasi pencinta satwa langka dunia, World Wildlife Fund for Nature (WWF).

Gajah tersebut ditemukan di kawasan hutan TNTN oleh pelatihnya (mahout). Gajah tersebut diperkirakan sudah mati sejak tingga minggu lalu.

Humas WWF Riau, Syamsidar menerangkan bahwa gajah yang mati itu bernama Nela. Dimana Nela merupakan anak pertama dari tim Flying Squad lahir pada 23 Februari, 2006 dari induknya, Lisa.

Para Nela merupakan hasil perkawinan Lisa dan salah satu gajah liar di TNTN. "Dalam kesehariannya Nela dikenal gajah yang sangat lincah dan mudah diatur sehingga seringkali Nela menjadi perhatian tamu yang berkunjung ke camp Flying Squad," ucap Syamsidar.

Atas kematian Nela, pihak WWF pun melaporkan kejadian itu ke pihak Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau. Kemudian pihak BBKSDA bersama WWF dan dibantu dari perusahaan PT RAPP melakukan autopsi gajah betina itu.

Kemudian tim dokter juga mengambil sampel organ dalam Nela untuk analisa laboratorium lebih lanjut di Balai Veteriner Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Namun saat ini kematian Nela masih misterius.

"Tim juga tidak menemukan tanda-tanda trauma fisik atau cedera pada bangkai Nela dan organ bagian dalam pun terlihat baik. Untuk memastikan penyebab kematian gajah ini kami perlu menunggu hasil cek labor," tambah Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau Johny Lagawurin.

Nela merupakan satu dari delapan Elephant Flying Squad Tesso Nilo. Dengan hilangnya Nela, berarti saat ini tinggal tujuh ekor lagi gajah latih yang dikelola WWF. Tim Elephant Flying Squad Tesso Nilo bersama pawangnya, selama ini bertugas mengusir gajah liar yang mendiami TNTN.

Dimana gajah-gajah liar itu sering turun ke rumah penduduk. Kawasan TNTN sendiri saat ini sedang krisis akibat perambahan besar-besarnya. Dimana hampir separuh dari 83 ribu hektar luas TNTN telah beralih fungsi jadi pemukiman dan perkebunan.
(nag)
Berita Terkait
Senangnya Melihat Kebun...
Senangnya Melihat Kebun Binatang Surabaya Bisa Kembali Dibuka
Akun IG Kebun Binatang...
Akun IG Kebun Binatang Bandung Dibajak, Pengelola Khawatir Dipakai Himpun Bantuan
Kebun Binatang Surabaya...
Kebun Binatang Surabaya Tetap Jadi Tempat Favorit Liburan Tahun Baru
Tidak Mudik Lebaran,...
Tidak Mudik Lebaran, Warga Sidoarjo Ini Ajak Anaknya Mengenal Satwa KBS
Kesulitan Pakan, Satwa...
Kesulitan Pakan, Satwa Kebun Binatang Bandung Dapat Sumbangan Warga
Enam Telur Komodo Menetas...
Enam Telur Komodo Menetas di Kebun Binatang Florida
Berita Terkini
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
28 menit yang lalu
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
2 jam yang lalu
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
2 jam yang lalu
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
10 jam yang lalu
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
11 jam yang lalu
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
13 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved