Perampok Kian Nekat, Polisi Cilincing Asyik Main Ponsel
Jum'at, 12 Juni 2015 - 18:10 WIB
Perampok Kian Nekat, Polisi Cilincing Asyik Main Ponsel
A
A
A
JAKARTA - Kejahatan di Jakarta semakin nekat dan sadis. Para pelaku tak segan-segan beraksi di tempat keramaian meski hari masing siang. Sayangnya polisi enggan merespons laporan korban dan memilih memainkan ponsel.
Seperti kasus perampokan yang terjadi di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara. Tiga perampok yang menggunakan sejumlah senjata tajam, tanpa rasa takut menjarah seluruh harta benda milik pengemudi mobil yang terjebak dalam kemacetan di ruas jalan tersebut.
Aksi perampokan ini pun terekam dalam kamera seorang warga bernama Diki Septrian. Diki yang menyaksikan perampokan ini menggunggah foto para pelaku melalui akun Facebook-nya pada Kamis 11 Juni 2015 kemarin.
Dalam akunnya, Diki menceritakan foto tersebut diambilnya pada Rabu 10 Juni 2015. Diki bercerita saat sejumlah mobil terjebak kemacetan di ruas jalan tersebut pada siang hari.
Tiga pemuda yang mengenggam senjata tajam seperti pisau, obeng panjang, dan celurit kecil. Para pelaku merampok sopir bak hitam dengan logo PLN sambil menodongkan senjata tajam.
Ketika Diki bersama sejumlah temannya melewati mobil korban. Tak diduga korban menderita luka. Sekitar 1 km dari lokasi perampokan, terdapat Pos Polisi.
Diki dan teman-temannya pun berinisiatif berhenti dan hendak melaporkan peristiwa perampokan yang baru saja dilihatnya. Rupanya, kata Diki, di Pos Polisi tersebut sudah ada korban lain yang juga menjadi sasaran para pelaku.
Korban tersebut harus kehilangan dua ponsel serta uang Rp200.000. Namun sayang, polisi yang bertugas di Pos Polisi tersebut enggan menerima laporan para korban termasuk Diki.
Padahal, Diki dan teman-temannya telah membawa bukti foto aksi perampokan tersebut. Polisi yang bertugas malah menyarankan agar Diki dan korban melapor ke Polsek Marunda atau Polres Jakarta Utara.
Polisi itu beralasan enggan ke TKP karena sedang bertugas menjaga Pos Polisi. Diki menyangkan sikap para polisi yang tidak segera merespons laporan tersebut.
Padahal di Pos Polisi itu ada sekitar empat polisi yang justru lebih memilih beramin handphone.
Seperti kasus perampokan yang terjadi di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara. Tiga perampok yang menggunakan sejumlah senjata tajam, tanpa rasa takut menjarah seluruh harta benda milik pengemudi mobil yang terjebak dalam kemacetan di ruas jalan tersebut.
Aksi perampokan ini pun terekam dalam kamera seorang warga bernama Diki Septrian. Diki yang menyaksikan perampokan ini menggunggah foto para pelaku melalui akun Facebook-nya pada Kamis 11 Juni 2015 kemarin.
Dalam akunnya, Diki menceritakan foto tersebut diambilnya pada Rabu 10 Juni 2015. Diki bercerita saat sejumlah mobil terjebak kemacetan di ruas jalan tersebut pada siang hari.
Tiga pemuda yang mengenggam senjata tajam seperti pisau, obeng panjang, dan celurit kecil. Para pelaku merampok sopir bak hitam dengan logo PLN sambil menodongkan senjata tajam.
Ketika Diki bersama sejumlah temannya melewati mobil korban. Tak diduga korban menderita luka. Sekitar 1 km dari lokasi perampokan, terdapat Pos Polisi.
Diki dan teman-temannya pun berinisiatif berhenti dan hendak melaporkan peristiwa perampokan yang baru saja dilihatnya. Rupanya, kata Diki, di Pos Polisi tersebut sudah ada korban lain yang juga menjadi sasaran para pelaku.
Korban tersebut harus kehilangan dua ponsel serta uang Rp200.000. Namun sayang, polisi yang bertugas di Pos Polisi tersebut enggan menerima laporan para korban termasuk Diki.
Padahal, Diki dan teman-temannya telah membawa bukti foto aksi perampokan tersebut. Polisi yang bertugas malah menyarankan agar Diki dan korban melapor ke Polsek Marunda atau Polres Jakarta Utara.
Polisi itu beralasan enggan ke TKP karena sedang bertugas menjaga Pos Polisi. Diki menyangkan sikap para polisi yang tidak segera merespons laporan tersebut.
Padahal di Pos Polisi itu ada sekitar empat polisi yang justru lebih memilih beramin handphone.
(whb)