Copot Bendera Logo, Tiga Anggota Dewan akan Dilaporkan

Senin, 08 Juni 2015 - 09:30 WIB
Copot Bendera Logo,...
Copot Bendera Logo, Tiga Anggota Dewan akan Dilaporkan
A A A
PEKALONGAN - Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad akan melaporkan pelaku penurunan bendera logo baru Kota Pekalongan di halaman Kantor DPRD dan lingkungan Setda Kota Pekalongan oleh tiga Dewan Jumat (5/6) ke polisi.

Aksi ini dianggap sebagai perusakan dan penghilangan aset daerah.“Besok(hariini) akansaya laporkan. Selain itu simbol kota diturunkan di hadapan kami, sehingga penghinaan dan melecehkan," ujar Basyir, kemarin. Selain tiga anggota Dewan, Basyir juga akan melaporkan ormas yangmelakukandemonstrasi, yaitu Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan Forum Rakyat Pekalongan Bersatu. Basyir mengaku tidak mempermasalahkan unjuk rasa yang ditujukan kepada pemerintah setempat. Namun harus dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Ini negara hukum, kalau tidak setuju dengan sesuatu, kan ada PTUN atau MK (Mahkamah Konstitusi)," katanya. Wakil Ketua DPRD Ismet Inonu mengaku siap menghadapi laporan itu. Dia adalah salah seorang dari tiga anggota Dewan yang terlibat dalam penurunan bendera logo tersebut. Menurutnya, langkah penurunan bendera logo itu dilakukan karena dirinya didesak massa dan untuk menenangkan massa.

"Saya siap. Itu kami lakukan untuk kondusifnya massa. Ketika ada demo kalau tidak ditemui gimana? " ujarnya. Saat itu, menurutnya, memang dirinya dijadwalkan mengikuti kunjungan kerja (kunker) ke Solo, namun sebelum kegiatan berakhir. Dia mengaku mendapat panggilan dari partai. "Saya tetap akan bertanggung jawab dan siap mengembalikan uang itu. Memang saya pulang sebelum waktunya, yakni Kamis (4/6) malam. Jadwal pulangnya Jumat (5/6).

Hampir seluruh anggota dewan sering pulang mendahului jadwal kunker. Jadi tidak hanya saya. Yang saat itu ada di kantor untuk menemui massa ada enam anggota Dewan yakni, saya, Aji Suryo (FPKS), Edi Supriyanto (FPDIP), Nurhadi (FPPP), Sugeng Hendarso (FGolkar), dan Nurfatoni (FPPP)," ungkapnya.

Seperti diketahui, setelah ditemui dan mendapat kesepakatan dengan wakil rakyat, massa kala itu mendesak tiga anggota Dewan yang menemuinya, yakni Ismet Inonu (FPDIP), Edi Supriyatno (FPDIP) dan Nurhadi (FPPP) untuk menurunkan bendera logo baru Kota Pekalongan. Akhirnya massa membubarkan diri setelah berhasil menurunkan satu bendera logo Kota Pekalongan.

Prahayuda febrianto
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
1 jam yang lalu
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
1 jam yang lalu
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
1 jam yang lalu
Helaran Mapag Pajajaran...
Helaran Mapag Pajajaran Anyar, Cetak Rekor Muri 2000 Pemain Karinding
2 jam yang lalu
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Ringankan Beban Warga Kendari
4 jam yang lalu
Roy Suryo Siapkan Saksi...
Roy Suryo Siapkan Saksi Buktikan Penangkapannya Tidak Sesuai Aturan
5 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved