Penggali Sumur Terkubur Sedalam 22 Meter Belum Dievakuasi
Sabtu, 23 Mei 2015 - 15:31 WIB
Penggali Sumur Terkubur Sedalam 22 Meter Belum Dievakuasi
A
A
A
SUBANG - Memasuki hari ketiga terkuburnya Tasim bin Caryim (sebelumnya ditulis Tarkim), saat menggali sumur di kedalaman 22 meter, proses evakuasi masih belum membuahkan hasil.
"Proses evakuasi korban terkendala medan yang sulit. Selain kondisinya dalam, mencapai 22 meter, diameter sumur tersebut juga cukup sempit, hanya sekitar satu meter," kata Kanit Reskrim Polsek Cikaum Aiptu Oman Aminta, Sabtu (23/5/2015).
Kendala lainnya, tambahnya, material longsoran sumur yang berupa tanah liat berwarna putih bercampur atras juga memadat akibat tergenang air. Sehingga, untuk mengangkat korban, petugas harus terlebih dahulu mengeringkan sumur.
"Tak hanya itu, peralatan yang minim ditambah dinding sumur bagian dalam yang kondisinya labil dan rawan longsor, cukup menyulitkan proses evakuasi. Kami harus bekerja ekstra keras untuk mengangkat jasad korban," paparnya.
Sebelumnya diberitakan, pada Jumat 22 Mei 2015, proses evakuasi lanjutan yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB terpaksa dihentikan menjelang petang pukul 17.30 WIB akibat terkendala peralatan dan medan yang sulit.
Memasuki hari ketiga ini, proses evakuasi dilanjutkan dengan melibatkan enam personel Badan SAR Nasional Bandung yang berkedudukan di Cirebon, Pemadam Kebakaran Subang, Tagana Dinas Sosial Subang, kepolisian dan relawan.
"Bahkan, tim evakuasi juga menghadirkan pakar penggali sumur sebagai tenaga relawan untuk membantu pengangkatan jasad korban. Kami targetkan, sore ini korban bisa dievakuasi," pungkas Oman.
"Proses evakuasi korban terkendala medan yang sulit. Selain kondisinya dalam, mencapai 22 meter, diameter sumur tersebut juga cukup sempit, hanya sekitar satu meter," kata Kanit Reskrim Polsek Cikaum Aiptu Oman Aminta, Sabtu (23/5/2015).
Kendala lainnya, tambahnya, material longsoran sumur yang berupa tanah liat berwarna putih bercampur atras juga memadat akibat tergenang air. Sehingga, untuk mengangkat korban, petugas harus terlebih dahulu mengeringkan sumur.
"Tak hanya itu, peralatan yang minim ditambah dinding sumur bagian dalam yang kondisinya labil dan rawan longsor, cukup menyulitkan proses evakuasi. Kami harus bekerja ekstra keras untuk mengangkat jasad korban," paparnya.
Sebelumnya diberitakan, pada Jumat 22 Mei 2015, proses evakuasi lanjutan yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB terpaksa dihentikan menjelang petang pukul 17.30 WIB akibat terkendala peralatan dan medan yang sulit.
Memasuki hari ketiga ini, proses evakuasi dilanjutkan dengan melibatkan enam personel Badan SAR Nasional Bandung yang berkedudukan di Cirebon, Pemadam Kebakaran Subang, Tagana Dinas Sosial Subang, kepolisian dan relawan.
"Bahkan, tim evakuasi juga menghadirkan pakar penggali sumur sebagai tenaga relawan untuk membantu pengangkatan jasad korban. Kami targetkan, sore ini korban bisa dievakuasi," pungkas Oman.
(san)