Polisi Amankan Mapolrestabes dari Amukan Massa
Sabtu, 23 Mei 2015 - 13:01 WIB
Polisi Amankan Mapolrestabes dari Amukan Massa
A
A
A
SEMARANG - Polrestabes Semarang kemarin menggelar latihan pengamanan markas komando sebagai antisipasi unjuk rasa anarkistis. Latihan dilakukan agar pembakaran Kantor Polsek Limun, Polda Jambi, April lalu, tidak terulang di Kota Semarang.
Dalam pelatihan itu sekitar 100 orang di bawah koordinator lapangan bernama Sengkuni berunjuk rasa di Mapolrestabes Semarang. Merekaprotesatastewasnya salah satu teman mereka dalam penggerebekan judi sabung ayam di kawasan Simongan, Kecamatan Semarang Barat. Hal itu kemudian dilaporkan kepada Kepala Sat Intelkam ke Kapolrestabes Semarang.
Komando selanjutnya diambil alih kepala Bagian Operasi yang memerintahkan Kasat Sabhara menurunkan pasukan. Komando ini juga dikoordinasikan dengan fungsi-fungsi lain, termasuk Satuan Lalu Lintas. Melihat massa yang banyak, petugas Satuan Sabhara Polrestabes Semarang pun sigap mengamankan. Mereka membentuk barikade, baik personel maupun dengan kendaraan.
Untuk permulaan dipasang barikade depan adalah para Polwan, termasuk negosiator. Namun, negosiasi rupanya gagal. Pengunjuk rasa marah menganggap kematian teman mereka lantaran tindakan tidak prosedural. Mereka menuntut agar Kapolrestabes Semarang dicopot jabatannya. Pengunjuk rasa yang makin marah akhirnya berbuat anarkistis. Mereka menyerang petugas, baik dengan lemparan kayu, sandal, hingga membakar ban.
Polisi secara prosedural menanggulangi itu hingga berhasil membubarkan massa tanpa menimbulkan korban jiwa. Petugas juga sigap memadamkan api dan menyemprot pengunjuk rasa dengan mobil water canon . Mereka dipukul mundur dan dibubarkan. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengaku puas dengan pelatihan kemarin. Sebab tahap demi tahap dilakukan secara prosedural.
“Jika terjadi demikian (unjuk rasa anarkistis) yang dikedepankan memang fungsi Sabhara, Samapta Bhayangkara. Juga didukung fungsi-fungsi lain,” katanya sesaat setelah kegiatan selesai. Kepala Bagian Operasi Polrestabes Semarang AKBP Wawan Kurniawan menjelaskan pengamanan kantor sudah ada tahapannya. Apabila ada kejadian di luar kemampuan Polrestabes Semarangtentuakandidukungdari Polda Jawa Tengah.
“Ini memang pelatihan, mudah-mudahan tidak ada kejadian seperti ini. Walau demikian, kami tetap antisipasi hal-hal terjelek yang mungkin terjadi,” katanya. Kegiatan itu sempat membuat Jalan dr Soetomo ditutup hampir 1 jam. Kegiatan ini juga jadi tontonan warga sekitar.
Eka setiawan
Dalam pelatihan itu sekitar 100 orang di bawah koordinator lapangan bernama Sengkuni berunjuk rasa di Mapolrestabes Semarang. Merekaprotesatastewasnya salah satu teman mereka dalam penggerebekan judi sabung ayam di kawasan Simongan, Kecamatan Semarang Barat. Hal itu kemudian dilaporkan kepada Kepala Sat Intelkam ke Kapolrestabes Semarang.
Komando selanjutnya diambil alih kepala Bagian Operasi yang memerintahkan Kasat Sabhara menurunkan pasukan. Komando ini juga dikoordinasikan dengan fungsi-fungsi lain, termasuk Satuan Lalu Lintas. Melihat massa yang banyak, petugas Satuan Sabhara Polrestabes Semarang pun sigap mengamankan. Mereka membentuk barikade, baik personel maupun dengan kendaraan.
Untuk permulaan dipasang barikade depan adalah para Polwan, termasuk negosiator. Namun, negosiasi rupanya gagal. Pengunjuk rasa marah menganggap kematian teman mereka lantaran tindakan tidak prosedural. Mereka menuntut agar Kapolrestabes Semarang dicopot jabatannya. Pengunjuk rasa yang makin marah akhirnya berbuat anarkistis. Mereka menyerang petugas, baik dengan lemparan kayu, sandal, hingga membakar ban.
Polisi secara prosedural menanggulangi itu hingga berhasil membubarkan massa tanpa menimbulkan korban jiwa. Petugas juga sigap memadamkan api dan menyemprot pengunjuk rasa dengan mobil water canon . Mereka dipukul mundur dan dibubarkan. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengaku puas dengan pelatihan kemarin. Sebab tahap demi tahap dilakukan secara prosedural.
“Jika terjadi demikian (unjuk rasa anarkistis) yang dikedepankan memang fungsi Sabhara, Samapta Bhayangkara. Juga didukung fungsi-fungsi lain,” katanya sesaat setelah kegiatan selesai. Kepala Bagian Operasi Polrestabes Semarang AKBP Wawan Kurniawan menjelaskan pengamanan kantor sudah ada tahapannya. Apabila ada kejadian di luar kemampuan Polrestabes Semarangtentuakandidukungdari Polda Jawa Tengah.
“Ini memang pelatihan, mudah-mudahan tidak ada kejadian seperti ini. Walau demikian, kami tetap antisipasi hal-hal terjelek yang mungkin terjadi,” katanya. Kegiatan itu sempat membuat Jalan dr Soetomo ditutup hampir 1 jam. Kegiatan ini juga jadi tontonan warga sekitar.
Eka setiawan
(bbg)