Risma Perintahkan Satpol PP Razia Kos Sarang Narkoba

Rabu, 20 Mei 2015 - 10:06 WIB
Risma Perintahkan Satpol...
Risma Perintahkan Satpol PP Razia Kos Sarang Narkoba
A A A
SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kota Surabaya gencar melakukan razia tempat kos yang diindikasikan menjadi sarang peredaran narkoba.

Risma, panggilan Tri Rismaharini, mengatakan, meski peredaran narkoba di Surabaya tidak begitu mengkhawatirkan, perlu ada tindakan pencegahan. Selama razia, Satpol PP dan juga camat setempat bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Sebenarnya ini (razia narkoba) merupakan agenda dari BNN. Kami hanya bersifat support saja. Kalau BNN sendirian melakukan razia kan kesulitan," katanya seusai upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Balai Kota, Rabu (20/5/2015).

Mantan kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini mengungkapkan, dari razia yang sudah dilakukan tersebut, Satpol PP dan BNN pernah menemukan ada tiga orang perempuan dalam satu kos yang positif mengonsumsi narkoba. Dari temuan itu, razia makin aktif dilakukan.

"Saat ini, Dinas Pendidikan Kota Surabaya tengah menyiapkan kurikulum penanggulangan narkoba. Tapi kan gempuran narkoba ini tidak hanya di sekolah. Di luar juga banyak. Maka keluarga menjadi penting agar anak-anak tidak mengonsumsi narkoba," paparnya.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, kegiatan razia bersama BNN sudah dilakukan sejak dua bulan lalu. Sejauh ini, razia sudah dilakukan sebanyak lima kali. Jika ditemukan pengguna narkoba, tindakan hukum diserahkan pada BNN.

Sementara, apabila identiasnya tidak jelas, proses hukumnya akan dilakukan Satpol PP. "Razia bersama BNN rutin dilakukan untuk mencegah penyebaran narkoba. Selain itu, razia ini juga untuk mencegah tindak asusila dan kekerasan," terangnya.

Mantan camat Rungkut ini mengungkapkan, razia di tempat kos intensif dilakukan bermula akibat terjadinya tindak kekerasan pada salah satu penghuni kos yang berujung pada pemerkosaan. Pascaperistiwa tersebut, pihaknya diperintahkan wali kota untuk menggelar kegiatan operasi yustisi.

Dalam penyisiran yang dilakukan, banyak ditemukan penghuni kos yang bukan pasangan suami istri. Ironisnya, mereka ternyata juga pengguna narkoba.

"Hampir semua kawasan kos kami sisir, seperti Petemon, Wonorejo, Dukuh Kupang, Kedungdoro, dan Gubeng. Bahkan, dalam operasi di Ngagel Rejo BNN berhasil meringkus bandar narkoba."
(zik)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
32 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
2 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved