Napi Nusakambangan Bandar Sabu di Jepara

Sabtu, 16 Mei 2015 - 09:53 WIB
Napi Nusakambangan Bandar...
Napi Nusakambangan Bandar Sabu di Jepara
A A A
SEMARANG - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengungkap jaringan bisnis sabu-sabu dengan target peredaran di wilayah Jepara yang dikendalikan dari balik Lembaga Pemasyarakatan (LP) atau Lapas Nusakambangan, Cilacap.

Narapidana (Napi) berinisial HK alias Remot menjadi bandar dibantu DK yang menjadi kurir. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Amrin Remico menjelaskan, DK ditangkap saat berada di bus Shantika rute Jakarta-Jepara yang sedang melaju ke Kendal.

“Kami hentikan bus di sekitar Alun-Alun Kendal pukul 01.30. DK yang duduk di kursi nomor 22 kami geledah. Di tasnya, kami temukan barangbuktisabu-sabuseberat100 gram,” ungkap Amrin saat memberikan keterangan pers di Kantor BNNP Jawa Tengah, kemarin.

Dari keterangan tersangka, kata Amrin, sabu-sabu yang akan diedarkan di Jepara itu merupakan pesanan HK, narapidana yang mendekam di LP Nusakambangan. “Tersangka ini disuruh HK alias Remot mengambil sabu-sabu di Jakarta untuk dibawa ke Jepara,” ungkapnya. Sabu-sabu yang ditaksir Rp200 juta tersebut rencananya akan dijual dalam bentuk paket kecil.

Selanjutnya, petugas BNN bersama Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Jawa Tengah mengamankan HK, Rabu (13/5). Dari tangan HK, petugas mendapati telepon seluler diduga digunakan untuk mengendalikan peredaran bisnis narkotika tersebut. Atas perbuatannya, tersangka kemudian akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Berdasarkan penyidikan sementara, terpidana Remot menyuruh DK pergi ke Jakarta mengambil pesanan sabu-sabu, Minggu (10/5). DK diberi uang Rp1juta untuk ongkos transportasi pulang-pergi Jepara-Jakarta- Jepara. “Di Jakarta, DK dihubungi seseorang, mengambil sabu-sabu, dan langsung ke Terminal Lebak Bulus untuk pulang ke Jepara,” katanya. Narapidana HK, kata Amrin, merupakan bandar sabu-sabu di wilayah Jepara.

Para tersangka ini saling berkomunikasi via telepon seluler, termasuk untuk keperluan pembayaran transaksi. Saat di interogasi, Remot yang mengaku berasal dari Jepara belum lama menjalankan bisnis sabu-sabu. “Saya sudah lima tahun di Lapas Narkotika Nusakambangan.

Sebenarnya setahun lagi mau bebas,” kata Remot yang punya ciri khas tato di kaki kiri. Kemudian para tersangka dibawa ke Kantor BNNP Jawa Tengah untuk ditahan guna penyidikan sementara. Untuk tersangka Remot nanti dipindah ke LP Kelas I Kedungpane Semarang karena statusnya masih warga binaan pemasyarakatan.

Eka setiawan
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
4 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
5 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
6 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
6 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
6 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved