Perantau Diminta Tunda Mudik Demi Keselamatan Sanak Saudara, Please!

Minggu, 05 April 2020 - 20:55 WIB
Perantau Diminta Tunda...
Dengan wabah virus corona (COVID-19) yang seperti tsunami merebak ke seluruh dunia ini, sulit membayangkan mana pantainya dan kapan redanya. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
Gindo Tampubolon, Steering Committee Smart Health The University of Manchester Inggris mengatakan, dengan wabah virus corona (COVID-19) yang seperti tsunami merebak ke seluruh dunia, sulit membayangkan mana pantainya dan kapan redanya.

"Tapi wabah ini mesti reda. Kita bisa mencapainya bersama pimpinan pemerintah, agama dan semua unsur masyarakat. Dilengkapi beberapa temuan ilmiah, saya mengajak kita mengambil dua langkah ke depan dan membayangkan kita menyintas sampai di pantai seberang. Dari pantai itu saya mengajak supaya menunda mudik demi kehidupan sanak saudara kita," kata Gindo melalui siaran pers, Minggu (5/4/2020).

Gindo menjelaskan cara supaya di pantai itu Indonesia tidak tepar terdampar, tapi segera tegak dan bergerak. Bagaimana agar nanti kesehatan dan ekonomi Indonesia siap bangkit.

"Ilmuwan dan perencana sipil dan militer berpikir dari sasaran, lalu menurunkan segala keperluan untuk mencapainya. Supaya di pantai seberang ekonomi Indonesia siap maka penting sekali ada orang-orang yang nanti siap mengungkit roda ekonomi yang sekarang disetop virus ranjau ini," ucapnya.

"Bila kita abai berpikir dua langkah maka ada dua kelompok yang akan jadi korban disapu wabah ini. Pertama adalah para pemimpin macam direktur, manajer, spesialis atau kepala badan usaha milik negara maupun swasta. Kedua adalah para pekerja informal. Terutama yang laki-laki. Mengapa laki-laki?" sambungnya.

Kata Gindo, dari temuannya menunjukkan, bahwa sistem faal atau biologi manusia adalah sistem yang dinamis namun tetap stabil. Kejutan dan goncangan kesehatan boleh datang sepanjang usia namun semua bisa diserap tanpa mengganggu kestabilan, artinya berbagai sistem tubuh kita tetap berfungsi baik (termasuk organ otak, paru-paru, jantung, inflamasi dll).

"Walaupun sistem faal tetap stabil, semua goncangan tersebut tetap meninggalkan bekas atau aus yang tercatat sebagai beban allostatik. Menurut temuan kami beban allostatik ini punya pola yang unik: beban allostatik laki-laki lebih tinggi daripada beban allostatik perempuan di Amerika, Inggris dan China," ungkapnya.

"Mati adalah beban yang memuncak, dan laki-laki lebih dulu mencapai beban allostatik puncak. Apalagi bila ada kejutan yang sama sekali baru macam virus ranjau ini: penyakit COVID-19 akan lebih fatal buat laki-laki Indonesia seperti juga buat laki-laki sedunia," tambahnya.

Karenanya menurut Gindo, solusi yang perlu dilakukan pemerintah dalam mengatasi penundaan mudik ini adalah, saatnya pemerintah mengulurkan tangan kepada para pekerja informal yang menunda mudik dengan memberi mulai minggu bantuan langsung tunai emoney.

"Mari menunda mudik, mari mengayomi pekerja informal. Selain itu, di masa tunda ini, dengan pimpinan Telkomsel yang sedang berprakarsa semoga pekerja informal dimudahkan bersilaturahmi mengeratkan jejaring lewat daring dengan sanak saudara di desa," jelasnya.

"Wabah COVID-19 ini unik karena menganyam erat krisis kesehatan dan krisis ekonomi. Macam ulos pinuncaan ragi parbue, benang kesehatan tak lepas dari benang ekonomi, benang kota tak lepas dari benang desa. Bersama-sama kita mesti saling menjaga sanak saudara agar di seberang sana kita siap bergerak memetik buah kerja bersama," pungkasnya.
(vhs)
Berita Terkait
Zona Merah, Gubernur...
Zona Merah, Gubernur Riau Larang Mudik Lebaran
Dilarang Mudik, Perantau...
Dilarang Mudik, Perantau Bertahan di Ibu Kota Hindari Persebaran Corona
Mudik dan Pulang Kampung...
Mudik dan Pulang Kampung Sama-sama Pergerakan Manusia
Pandemi COVID-19, Separuh...
Pandemi COVID-19, Separuh Perantau Tidak Mudik Lebaran
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Tak Mudik, Lebaran Asyik...
Tak Mudik, Lebaran Asyik Makan di Jalan Bareng Tetangga
Berita Terkini
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
19 menit yang lalu
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
9 jam yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
11 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
12 jam yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
13 jam yang lalu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
13 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved