Tak Mudik, Lebaran Asyik Makan di Jalan Bareng Tetangga
Minggu, 24 Mei 2020 - 17:20 WIB
loading...
Perumahan P4A Pudakpayung, Banyumanik, Semarang, makan bersama di jalan selepas salat Idul Fitri di rumah, Minggu (24/5/2020). FOTO/iNews/TAUFIK BUDI
A
A
A
SEMARANG - Tak mudik ke kampung halaman bukan membuat warga di Kota Semarang kehilangan makna Idul Fitri. Mereka menggelar tikar untuk makan bersama di depan rumah masing-masing sembari merajut tali silaturahmi.
Kesibukan terlihat di sebuah gang Perumahan P4A Pudakpayung, Banyumanik, Semarang, selepas Salat Idul Fitri di rumah. Mereka keluar rumah sambil menggelar tikar di jalan tepat depan rumah masing-masing.
Warga pun membawa beragam makanan khas Lebaran yang akan disantap bersama. Di antaranya opor ayam, gulai daging, sambal goreng hati, dan tak ketinggalan makanan khas Lebaran berupa ketupat. Untuk menghilangkan rasa enek, disediakan pula puding segar.
Semua makanan dari setiap rumah digelar. Setiap warga beserta anak-anak dipersilakan untuk memilih menu yang paling disukai. Menambah porsi atau ingin mencicipi menu yang lain, juga tak ada larangan. Semua merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1441 H.
Meski makan bersama, tapi protokol kesehatan menjaga jarak tetap diperhatikan. Setiap keluarga yang beranggotakan sekira 3-5 orang berada di tikar masing-masing. Sambil menunggu giliran mengambil makanan, mereka tak diizinkan menyeberang ke tikar keluarga lain. Disiplin ketat itu untuk mencegah penyebaran COVIDd-19.
Kesibukan terlihat di sebuah gang Perumahan P4A Pudakpayung, Banyumanik, Semarang, selepas Salat Idul Fitri di rumah. Mereka keluar rumah sambil menggelar tikar di jalan tepat depan rumah masing-masing.
Warga pun membawa beragam makanan khas Lebaran yang akan disantap bersama. Di antaranya opor ayam, gulai daging, sambal goreng hati, dan tak ketinggalan makanan khas Lebaran berupa ketupat. Untuk menghilangkan rasa enek, disediakan pula puding segar.
Semua makanan dari setiap rumah digelar. Setiap warga beserta anak-anak dipersilakan untuk memilih menu yang paling disukai. Menambah porsi atau ingin mencicipi menu yang lain, juga tak ada larangan. Semua merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1441 H.
Meski makan bersama, tapi protokol kesehatan menjaga jarak tetap diperhatikan. Setiap keluarga yang beranggotakan sekira 3-5 orang berada di tikar masing-masing. Sambil menunggu giliran mengambil makanan, mereka tak diizinkan menyeberang ke tikar keluarga lain. Disiplin ketat itu untuk mencegah penyebaran COVIDd-19.
Lihat Juga :