Ilmuwan AS Suntik Virus Corona ke Tubuh Monyet untuk Temukan Vaksin

Selasa, 25 Februari 2020 - 14:50 WIB
Ilmuwan AS Suntik Virus...
Ilustrasi monyet. Foto/The Mind Unleashed
A A A
Para ilmuwan di Institut Kesehatan Nasional (NIH) Amerika Serikat (AS) telah menginfeksi monyet-monyet laboratorium dengan virus Corona. Itu sebagai upaya mereka untuk menemukan vaksin untuk penyakit yang telah menewaskan lebih dari 2.700 orang pada saat ini.

Para peneliti di NIH Amerika dipimpin oleh Dr Emmie de Wit. Mereka menguji obat antivirus yang awalnya dibuat untuk virus Ebola pada 18 kera rhesus. Studi untuk mendapatkan vaksin baru ini melibatkan tiga kelompok monyet, yang semuanya terinfeksi MERS-CoV—sepupu dari virus Corona baru, Covid-19—yang saat ini membuat dunia panik.

Kelompok monyet pertama dirawat 24 jam sebelum terinfeksi penyakit. Kelompok monyet kedua dirawat 12 jam setelah diinfeksi. Kelompok monyet ketiga tidak diobati. Enam monyet yang diberi obat 24 jam sebelum mereka terinfeksi tidak menunjukkan gejala penyakit pernapasan.

Kelompok monyet kedua, yang dirawat 12 jam setelahnya, menunjukkan gejala penyakit yang sedang. Monyet-monyet yang tidak diberi obat menunjukkan tanda-tanda penyakit yang lebih kuat, dengan kadar virus yang lebih tinggi terdeteksi di paru-paru mereka.

Para akademisi yang melakukan penelitian ini berharap remdesivir dapat bekerja melawan SARS-CoV-2, yang merupakan bagian dari keluarga virus yang sama dengan yang ada dalam percobaan.

“Data kami menunjukkan bahwa remdesivir adalah pengobatan antivirus yang menjanjikan terhadap MERS yang dapat dipertimbangkan untuk diterapkan dalam uji klinis,” tulis para ilmuwan tersebut dalam jurnal PNAS, seperti dikutip news.com.au, Selasa (25/2/2020).

"Mungkin juga memiliki utilitas untuk virus Corona terkait seperti virus Corona baru; 2019-nCoV yang muncul dari Wuhan, China," lanjut para ilmuawan. Namun, para ilmuwan perlu menjalani uji coba pada manusia untuk memastikan obat tersebut dapat bekerja.

"Remdesivir sebelumnya melindungi hewan terhadap berbagai virus dalam percobaan laboratorium. Obat ini telah ditunjukkan secara eksperimental untuk secara efektif mengobati monyet yang terinfeksi virus Ebola dan Nipah," kata NIH melalui seorang juru bicara.

“Para ilmuwan menunjukkan bahwa hasil penelitian yang menjanjikan mendukung uji klinis tambahan remdesivir untuk MERS-CoV dan 2019-nCoV."

“Setidaknya dua uji klinis remdesivir untuk 2019-nCoV sedang berlangsung di China, dan pasien lain dengan infeksi 2019-nCoV telah menerima obat di bawah protokol penggunaan yang welas asih," papar NIH. Covid-19 sekarang memiliki hampir 80.000 kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia, termasuk lebih dari 2.700 kematian.

Orang ke-9 telah meninggal akibat Covid di Korea Selatan, tujuh kematian di Italia dan 12 kematian Iran telah menambah jumlah kematian secara global meningkat. Di Italia, lebih dari 200 orang kini dinyatakan positif mengidap penyakit Covid-19, wabah terbesar yang dilaporkan di Eropa sejauh ini.
(don)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Viral, Keluh-kesah Ketua...
Viral, Keluh-kesah Ketua RT Terkait Bansos Corona di Tangerang
Warga Sambut Meriah...
Warga Sambut Meriah Kedatangan Pasien Sembuh dari Corona di Pandeglang
Pelayan Pribadi Donald...
Pelayan Pribadi Donald Trump Terjangkit Virus Corona
Berita Terkini
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
58 menit yang lalu
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
1 jam yang lalu
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
2 jam yang lalu
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
2 jam yang lalu
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
4 jam yang lalu
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
15 jam yang lalu
Infografis
Ilmuwan Temukan Vaksin...
Ilmuwan Temukan Vaksin untuk Hentikan Kecanduan Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved