Mabes Polri Kirim Ratusan Unit Motor Sport untuk Bhabinkamtibmas
Rabu, 21 Maret 2018 - 17:48 WIB
200 unit motor sport yang dikirim Mabes Polri untuk membantu tugas Bhabinkamtibmas di desa-desa. Foto: Mustafa Layong/SINDOnews
A
A
A
Untuk membantu tugas personel Polda Sulsel yang bertugas di desa, Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali mengirim sekitar 200 unit motor sport.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, ratusan motor kembali diserahkan Mabes Polri untuk Polda Sulsel. Katanya, kendaraan roda dua merek Honda Tiger itu bakal digunakan untuk menunjang kinerja polisi desa atau biasa disebut Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).
"Baru- baru ini kembali di-droping dari Mabes untuk Sulsel digunakan dalam rangka pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas," jelas Dicky ditemui di ruang kerjanya Rabu, (21/03/2018).
Kendaraan ini nanti bakal diserahkan ke polisi desa 24 Polres Se-Sulsel. Penyerahan bakal dilakukan dalam waktu dekat, terlebih untuk menunjang kinerja pengamanan selama Pilkada.
"Dengan kendaraan itu, rekan Bhabinkamtibmas dapat mengujungi tokoh masyarakat, dan lebih dekat dengan masyarakat di wilayanya. Terlebih yang berada di pelosok dan butuh akses mobilitas," terang Dicky.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, ratusan motor kembali diserahkan Mabes Polri untuk Polda Sulsel. Katanya, kendaraan roda dua merek Honda Tiger itu bakal digunakan untuk menunjang kinerja polisi desa atau biasa disebut Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).
"Baru- baru ini kembali di-droping dari Mabes untuk Sulsel digunakan dalam rangka pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas," jelas Dicky ditemui di ruang kerjanya Rabu, (21/03/2018).
Kendaraan ini nanti bakal diserahkan ke polisi desa 24 Polres Se-Sulsel. Penyerahan bakal dilakukan dalam waktu dekat, terlebih untuk menunjang kinerja pengamanan selama Pilkada.
"Dengan kendaraan itu, rekan Bhabinkamtibmas dapat mengujungi tokoh masyarakat, dan lebih dekat dengan masyarakat di wilayanya. Terlebih yang berada di pelosok dan butuh akses mobilitas," terang Dicky.
(agn)