Pulau Larea-rea, Magnet Wisata Sinjai yang Terabaikan
Jum'at, 21 Februari 2020 - 12:46 WIB
Keindahan alam Pulau Larea-rea, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai. Foto : SINDOnews/Irman Bagoseng
A
A
A
Eksotis, begitulah kata yang akan diungkapkan para pelancong setelah mengeksplore keindahan destinasi wisata, Pulau Larea-rea. Pulau ini sendiri terletak di Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai.
Pelancong tidak hanya akan takjub dengan hamparan pasir putih yang ada di pulau ini. Namun juga dibuat kagum dengan pantai tersembunyi serta keberadaan Kima atau raksasa yang hidup di pasir dan sela-sela terumbu karang Pulau Larea-rea.
Untuk melihat pantai tersembunyi, kima dan batu granit yang mengelilingi pulau Larea-rea, pelancong harus menyeberang dari pelabuhan Cappa Ujung yang berlokasi di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara, dengan menggunakan Speed Boat dengan jarak tempuh kurang lebih 30 menit.
![Pulau Larea-rea, Magnet Wisata Sinjai yang Terabaikan]()
Ketgam : Keindahan alam Pulau Larea-rea, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai. Foto : SINDOnews/Irman Bagoseng
SINDOnews, berhasil mengabadikan keindahan Pulau ini saat berkunjung bersama mahasiswa asal negeri Sakura Jepang, yang melakukan studi banding di pulau cantik ini.
"Wow..very beautiful, It's the same as the Maldives Island," kata Tashifumi Minamoto, mahasiswa asal University Kobe, Jepang, beberapa waktu lalu.
Keindahannya Kecamatan Pulau Sembilan khususnya Pulau Larea-rea tidak dapat diragukan lagi, pasalnya, jika Anda ingin menikmati pantai pasir putih yang tersembunyi, edukasi Tridacna gigas dengan air laut jernih serta terumbu karang, batu granit, maka di sinilah tempatnya.
Di Larea-rea juga sudah disiapkan resort untuk menikmati sunrise pada pagi hari dan indahnya laut Pulau Sembilan serta hijaunya lereng gunung Bawakaraeng.
Hanya saja, keindahan pulau ini sedikit terganggu dengan fasilitas pulau yang tidak maksimal. Menurut tokoh pemuda setempat, Pemkab Sinjai tidak maksimal melakukan pengelolaan pulau ini, bahkan bangunan resort dianggap hanya menghabiskan anggaran miliaran semata.
"Sangat disayangkan, resort yang dibangun di Larea-rea tidak terawat dan terkesan tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah selaku pengelola. Toh buat apa dibangun resort kalau fasilitas untuk pengunjung tidak terpenuh, yang menjadi keluhan pengunjung tidak adanya air bersih untuk membasuh badan setelah melakukan aktivitas di laut, listrik, penginapan (resort) yang sudah mulai lapuk. Padahal banyak pengunjung yang ingin bermalam di Pulau tersebut," tukaasnya.
Ia pun berharap, kondisi ini segera diatasi, agar destinasi wisata ini dapat menjual, mendatangkan devisa dan terkenal di dunia internasional.
Pelancong tidak hanya akan takjub dengan hamparan pasir putih yang ada di pulau ini. Namun juga dibuat kagum dengan pantai tersembunyi serta keberadaan Kima atau raksasa yang hidup di pasir dan sela-sela terumbu karang Pulau Larea-rea.
Untuk melihat pantai tersembunyi, kima dan batu granit yang mengelilingi pulau Larea-rea, pelancong harus menyeberang dari pelabuhan Cappa Ujung yang berlokasi di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara, dengan menggunakan Speed Boat dengan jarak tempuh kurang lebih 30 menit.

Ketgam : Keindahan alam Pulau Larea-rea, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai. Foto : SINDOnews/Irman Bagoseng
SINDOnews, berhasil mengabadikan keindahan Pulau ini saat berkunjung bersama mahasiswa asal negeri Sakura Jepang, yang melakukan studi banding di pulau cantik ini.
"Wow..very beautiful, It's the same as the Maldives Island," kata Tashifumi Minamoto, mahasiswa asal University Kobe, Jepang, beberapa waktu lalu.
Keindahannya Kecamatan Pulau Sembilan khususnya Pulau Larea-rea tidak dapat diragukan lagi, pasalnya, jika Anda ingin menikmati pantai pasir putih yang tersembunyi, edukasi Tridacna gigas dengan air laut jernih serta terumbu karang, batu granit, maka di sinilah tempatnya.
Di Larea-rea juga sudah disiapkan resort untuk menikmati sunrise pada pagi hari dan indahnya laut Pulau Sembilan serta hijaunya lereng gunung Bawakaraeng.
Hanya saja, keindahan pulau ini sedikit terganggu dengan fasilitas pulau yang tidak maksimal. Menurut tokoh pemuda setempat, Pemkab Sinjai tidak maksimal melakukan pengelolaan pulau ini, bahkan bangunan resort dianggap hanya menghabiskan anggaran miliaran semata.
"Sangat disayangkan, resort yang dibangun di Larea-rea tidak terawat dan terkesan tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah selaku pengelola. Toh buat apa dibangun resort kalau fasilitas untuk pengunjung tidak terpenuh, yang menjadi keluhan pengunjung tidak adanya air bersih untuk membasuh badan setelah melakukan aktivitas di laut, listrik, penginapan (resort) yang sudah mulai lapuk. Padahal banyak pengunjung yang ingin bermalam di Pulau tersebut," tukaasnya.
Ia pun berharap, kondisi ini segera diatasi, agar destinasi wisata ini dapat menjual, mendatangkan devisa dan terkenal di dunia internasional.
(sss)