Warga Keluhkan Jalan Poros Soppeng-Sidrap yang Rusak Parah
Kamis, 07 Maret 2019 - 16:08 WIB
Kondisi Jalan yang menghubungkan Kabupaten Soppeng dan Sidrap. Kondisi ini dikeluhkan oleh warga karena sudah rusak parah, Kamis, (07/03/2019). Foto: Sindonews/Muhammad Irham
A
A
A
Ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Soppeng dan Sidrap tepatnya di Desa Tellulimpoe Kecamatan Marioriawa, kini kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Di musim penghujan, ruas jalan ini terlihat seperti kubangan lumpur yang sangat membahayakan pengguna jalan.
Warga Kabupaten Soppeng mengeluhkan kondisi jalan rusak di sejumlah titik. Hal itu disampaikan, Syamsu Alam warga Desa Tellulimpoe Kecamatan Marioriawa. Ia menyoroti kepedulian pemerintah Provinsi terhadap kondisi jalan yang rusak parah sepanjang jalan poros Soppeng-Sidrap. Ia mengatakan, kondisi jalan tersebut terjadi sejak tahun 2017 sampai 2019 ini.
"Kami minta pemerintah untuk tidak tinggal diam, karena ketika ketika musim hujan datang seperti sekarang akan sangat berbahaya, setiap tahun begini terus jalan," kata Syamsu Alam, Kamis, (7/03/2019).
Syamsu Alam mengeluhkan, kondisi jalan tersebut seperti kubangan kerbau, dan tidak sedikit korban kecelakaan akibat jalan rusak tersebut.
"Kalau musim hujan seperti ini, jalanan berlumpur, kalau musim kemarau jalanan berdebu, kami minta pihak terkait, segera memperbaiki jalan ini sudah banyak korban kecelakaan," lanjut Syamsu Alam.
Koordinator Bina Marga dan Konstruksi Wilayah Soppeng, M Arsyad mengatakan, tahun 2019 ini pihaknya akan memperbaiki dua titik jalan provinsi.
"Tahun ini akan ada anggaran untuk beberapa titik jalan provinsi sepanjang 9 kilometer, yaitu, jalan poros Soppeng-Sidrap, di Kecamatan Marioriawa. Begitu pula jalan poros Soppeng- Kabupaten Bone, yang ada di Kecamatan Citta, juga akan diperbaiki," ujar M Arsyad.
Panjang jalanan yang akan diperbaiki di jalan poros Soppeng-Sidrap sekitar 7 kilometer. Sementara, jalan poros Soppeng-Bone sepanjang 2 kilometer.
"Tepatnya di Desa Kampiri, karena disitu juga seringkali menjadi langganan banjir," lanjutnya.
Namun, Arsyad belum bisa memastikan, kapan jalan provinsi di Soppeng akan mulai dikerja.
"Belum dipastikan, apalagi saat ini, belum memasuki tahap proses lelang," tambahnya.
Warga Kabupaten Soppeng mengeluhkan kondisi jalan rusak di sejumlah titik. Hal itu disampaikan, Syamsu Alam warga Desa Tellulimpoe Kecamatan Marioriawa. Ia menyoroti kepedulian pemerintah Provinsi terhadap kondisi jalan yang rusak parah sepanjang jalan poros Soppeng-Sidrap. Ia mengatakan, kondisi jalan tersebut terjadi sejak tahun 2017 sampai 2019 ini.
"Kami minta pemerintah untuk tidak tinggal diam, karena ketika ketika musim hujan datang seperti sekarang akan sangat berbahaya, setiap tahun begini terus jalan," kata Syamsu Alam, Kamis, (7/03/2019).
Syamsu Alam mengeluhkan, kondisi jalan tersebut seperti kubangan kerbau, dan tidak sedikit korban kecelakaan akibat jalan rusak tersebut.
"Kalau musim hujan seperti ini, jalanan berlumpur, kalau musim kemarau jalanan berdebu, kami minta pihak terkait, segera memperbaiki jalan ini sudah banyak korban kecelakaan," lanjut Syamsu Alam.
Koordinator Bina Marga dan Konstruksi Wilayah Soppeng, M Arsyad mengatakan, tahun 2019 ini pihaknya akan memperbaiki dua titik jalan provinsi.
"Tahun ini akan ada anggaran untuk beberapa titik jalan provinsi sepanjang 9 kilometer, yaitu, jalan poros Soppeng-Sidrap, di Kecamatan Marioriawa. Begitu pula jalan poros Soppeng- Kabupaten Bone, yang ada di Kecamatan Citta, juga akan diperbaiki," ujar M Arsyad.
Panjang jalanan yang akan diperbaiki di jalan poros Soppeng-Sidrap sekitar 7 kilometer. Sementara, jalan poros Soppeng-Bone sepanjang 2 kilometer.
"Tepatnya di Desa Kampiri, karena disitu juga seringkali menjadi langganan banjir," lanjutnya.
Namun, Arsyad belum bisa memastikan, kapan jalan provinsi di Soppeng akan mulai dikerja.
"Belum dipastikan, apalagi saat ini, belum memasuki tahap proses lelang," tambahnya.
(agn)