Kepercayaan Masyarakat Rendah terhadap Pemerintah Tangani Corona

Minggu, 05 April 2020 - 18:04 WIB
Kepercayaan Masyarakat...
Peneliti Indef-Datalyst Center Imam Akbar Rachbini mengumumkan terkait hasil riset opini masyarakat seputar penanganan virus corona atau COVID-19. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
Peneliti Indef-Datalyst Center Imam Akbar Rachbini mengumumkan hasil riset opini masyarakat seputar penanganan virus corona atau Covid-19.

Hasilnya menunjukkan, masyarakat belum percaya penuh pada sistem data pemerintah.

Masyarakat menilai, kebijakan mengalami penundaan demi penundaan, bahkan terlambat. Ini disebabkan pemerintah kurang akurat dalam pengolahan data.

"Untuk mendapatkan dukungan, maka perlu meningkatkan sentimen positif. Perbaiki komunikasi kepada publik, transparan dan jujur, tidak ada data yang disembunyikan, dan menghindari perpecahan sesama jajaran pemerintah," kata Imam Akbar, Minggu (5/4/2020).

Menurut dia, gerak lambat pemerintah sejalan dengan kelemahan pengolahan data. Sehingga publik masih belum sepenuhnya percaya data resmi yang dirilis pemerintah. Sedangkan pandemi ini adalah masalah publik yang rumit dan berdampak luas. Karena itu pemerintah memerlukan dukungan rakyat secara meluas.

"Jika sentimen negatif tinggi terhadap pemerintah, maka dukungan rakyat tidak akan memadai, bahkan bisa terjadi acuh tak acuh dan pembangkangan," kata Imam.

Dia mengaku, telah melakukan pantauan kualitatif, content analysis media mainstream, dan hasil kuantitatif big data. Pemerintah belum mempunyai tingkat kepercayaan yang memadai di depan publik. Itu ditunjukkan oleh sentimen negatif yang tinggi.

Sentimen negatif dalam ratusan ribu percakapan tersebut tidak hanya terhadap pemerintah secara kolektif, tetapi juga langsung tertuju pada presiden Jokowi dan menteri kesehatan Terawan. Hasil lainnya dari riset ini adalah sentimen terhadap pemerintah dalam penanganan covid-19 ini sangat negatif.

Menurut Imam, dari riset ini, sekira 66,3% dari ratusan ribu percakapan tersebut bersifat negatif terhadap jajaran pemerintah. Sisanya hanya sekitar 33,7% mempunyai sentimen positif.

"Kami baca di berbagai media sejak awal bersifat simpang siur, bersenda gurau, saling bertolak belakang, meremehkan kasus COVID-19, dan sejenisnya. Sehingga menimbulkan sentimen negatif di media mainstream dan sekaligus terbukti negatif di media bukan mainstream di media sosial," kata dia.

Riset ini diakuinya telah berusaha sebaik mungkin mencapai tingkat obyektivitas yang baik dengan mengawasi konten dari buzzer. Adanya buzzer atau akun akun palsu memberikan kesulitan untuk melihat opini masyarakat yang sebenarnya (bias).

Menurut Akbar, dalam menganalisis sosial media ini, pihaknya menghilangkan cuitan-cuitan yang berasal dari akun buzzer atau palsu. Tim menggunakan pendekatan Machine Learning untuk mendeteksi akun-akun buzzer/palsu dengan mempertimbangkan sejumlah hal.

"Seperti jumlah tweets per-hari yang dilakukan, frekuensi melakukan retweet dari akun lain, perilaku dalam melakukan retweet, dan banyak lainnya," kata dia.
(nth)
Berita Terkait
Kepercayaan Masyarakat...
Kepercayaan Masyarakat terhadap 3 Lembaga Senayan Rendah
Kerap Berseberangan...
Kerap Berseberangan dengan Pemerintah, Tingkat Kepercayaan Warga Israel Terhadap Media Rendah
Masyarakat Galau Nilai...
Masyarakat Galau Nilai Langkah Pemerintah Tangani Corona
Kepercayaan Masyarakat...
Kepercayaan Masyarakat Rendah, Penetrasi Asuransi Minim
Survei, Kepercayaan...
Survei, Kepercayaan Masyarakat terhadap Polri 86,2%
IHTB Bangkitkan Kepercayaan...
IHTB Bangkitkan Kepercayaan Masyarakat terhadap Fasilitas Kesehatan
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
8 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
9 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
9 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
9 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
9 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved