Persana Jawa Timur Optimistis Dunia Fashion Surabaya Berkembang

Sabtu, 01 Februari 2020 - 19:45 WIB
Persana Jawa Timur Optimistis Dunia Fashion Surabaya Berkembang
Sejumlah model memeragakan busana karya anggota Persana Jawa Timur, di Grand City Surabaya, Sabtu (01/2/2020). Foto/SINDONews/Ali Masduki
A A A
SURABAYA - Industri kreatif khususnya pada sektor industri fashion di kota Surabaya, memang masih berada di bawah Jakarta dan Bandung. Namun para desainer dan pengusaha busana optimistis Kota Surabaya suatu saat bakal sejajar dengan dua kota tersebut.

Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Busana (Persana) Jawa Timur, Soesi Soekotjo, mengungkapkan, menggeliatnya industri kreatif sangat dipengaruhi oleh banyaknya perputaran uang di wilayah tertentu. Jakarta sebagai ibu kota sudah barang tentu menjadi kiblat. Sedangkan Bandung, selain bahan baku masih tergolong murah, wilayahnya dekat dengan ibu kota.

"Kalau ibu kota pindah, maka Surabaya bakal lebih prospektif, karena secara geografis lebih dekat dari Kalimantan. Kami berusaha untuk lebih maju lagi supaya kami bisa sejajar dengan Jakarta dan Bandung," kata Soesi Soekotjo di sela Grand Launching Kamini Expo, di Grand City Surabaya, Sabtu (1/2/2020).

Kamini Expo merupakan rangkaian dari perayaan HUT ke-3 Persana Jatim. Acara yang mengusung tema besar "Kamini Santika Baksya" ini gelar pada tanggal 4 sampai 8 Maret 2020. Sejumlah event seperti pameran, talkshow, workshop dan fashion show bakal meramaikan kota pahlawan.

Soesi Soekotjo megatakan, Kamini Santika Baksya yang berarti wanita cantik, kuat dan kreatif ini sebagai gambaran eksistensi Persana. "Karena anggota kami yang berjumlah 30 adalah perempuan semua, jadi kami ingin melambangkan sebagai seorang perempuan yang kreatif dan kuat," kata dia.

Sekitar 20 desainer anggota Persana jatim dijadwalkan bakal mengeluarkan karya-karya busana spektakuler. Masing-masing akan mengeluarkan enam busana sesuai dengan karakter mereka.
(nth)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
artikel/ rendering in 0.1856 seconds (11.97#12.26)