Dokter Italia: Celaka Jika Anda Remehkan Corona

Minggu, 05 April 2020 - 09:19 WIB
Dokter Italia: Celaka...
Direktur Departemen Keadaan Darurat di RS Chiari, Paolo Terragnoli mengingatkan, agar semua negara belajar dari Italia dan mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi virus Corona. Foto/Ilustrasi/SINDOnew
A A A

Semua negara diminta belajar dari kasus di Italia dan mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi virus Corona atau COVID-19.

Direktur Departemen Keadaan Darurat di Rumah Sakit Chiari, Paolo Terragnoli berharap tidak ada satupun negara yang meremehkan wabah Corona karena persebarannya sangat kuat.

“kami telah mencapai titik kejenuhan. Kami berusaha melakukan yang terbaik. Tapi saya terus terang tidak tahu sampai kapan ini bisa berlanjut," ucapnya, seperti dilansir Al Arabiya.

Terragnoli mengatakan pengalaman Italia adalah contoh bagi negara-negara lain yang belum mencapai tingkat infeksi puncak. “Rekomendasi saya adalah mempersiapkan, pada waktu yang tepat. Musuh ini tidak boleh diremehkan: dia licik, tetapi sangat kuat,” katanya.

Dia mengatakan, setengah dari semua tempat tidur di rumah sakitnya telah didedikasikan untuk para korban pandemi. Meski demikian, mereka masih kewalahan. "Kami telah membatalkan semua operasi terkait non-Covid-19 selain dari keadaan darurat,” ujarnya.

Italia memiliki sistem perawatan kesehatan universal. Tapi sekarang, rumah sakit dan staf medisnya kewalahan. Kondisi ini memicu perdebatan yang menyedihkan antara dokter tentang siapa yang harus dirawat terlebih dahulu.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Chiari Jean Pierre Ramponi mengatakan, sangat penting untuk terus melakukan social distancing, karena hal ini dapat memperlambat persebaran virus Corona. "Menjaga jarak sosial, ini akan sangat membantu memperlambat persebaran penyakit ini," katanya.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Italia, 43.000 orang didakwa melanggar social distancing sejak awal lockdown. “Saya melihat terlalu banyak orang keluar dan berkeliling tanpa alasan. Ini harus berakhir. Ini adalah obat asli untuk saat ini, dan ini bukan hal biasa," ungkapnya.
(nun)
Berita Terkait
Hasil Tes Swab Berbeda...
Hasil Tes Swab Berbeda di Litbangkes dan RS USU, PDP asal Taput Antara Positif dan Negatif
Putri Bos Narkoba El...
Putri Bos Narkoba El Chapo Bantu Kaum Miskin Terdampak Corona
Gotong Royong Atasi...
Gotong Royong Atasi Covid-19, Eagle Indo Pharma Sumbang Hand Sanitizer ke PMI
Antisipasi Penularan...
Antisipasi Penularan Corona, 60 Warga Desa Bah Joga Dirapid Test
Kasus Infeksi Virus...
Kasus Infeksi Virus Corona Dunia Tembus 4 Juta
Tak Lulus Sekolah, Inilah...
Tak Lulus Sekolah, Inilah Penemu Pertama Virus Corona 1964
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
4 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
5 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
5 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
3 Negara Paling Sengsara...
3 Negara Paling Sengsara Jika Iran Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved