TNI Tutup Operasi Teritorial di Pedalaman Jayawijaya Papua

Minggu, 15 Desember 2019 - 11:11 WIB
TNI Tutup Operasi Teritorial di Pedalaman Jayawijaya Papua
Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Irham Waroihan menutup secara resmi kegiatan Operasi Teritorial TNI di Kabupaten Jayawijaya bertempat di Kampung Algonik Distrik Piramyd, Kabupaten Jayawijaya. Foto Pendam Cenderawasih
A A A
JAYAPURA - Operasi Teritorial TNI di Kabupaten Jayawijaya bertempat di Kampung Algonik Distrik Piramyd, Kabupaten Jayawijaya, secara resmi ditutup pada Sabtu 14 Desember 2019 kemarin.

Penutupan ini secara seremoni dilakukan oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Irham Waroihan.

Kasdam mengatakan sangat mengapresiasi, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan juga Danrem dengan seluruh jajarannya yang telah membuka daerah tersebut.

“Harapan saya sesuai dengan nawacita presiden mendekatkan pemerintahan sampai keujung pedalaman, dengan ini kita akan mulai. Pembangunan seperti ini mungkin sudah diawali di daerah lain, untuk di wilayah pegunungan tengah saat ini kita akan mulai di Distrik pyramid ini,” kata Kasdam dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (15/12/2019).

Dia mengungkapkan, dengan anggaran terbatas dapat memajukan daerah di Kabupaten Jayawijaya sehingga lebih maju.

“Kita bersyukur dengan anggaran yang terbatas kita telah mencoba. Memang kita pusatkan di distrik Pyramid ini, ada 6 unit rumah, terus kita juga bisa bangunkan gereja dan juga ada MCK termasuk juga ada lampu dengan solar cell,” ungkapnya.

Pihaknya berharap dengan pembangunan yang signifikan tersebut dapat menjalin komunikasi masyarakat dengan aparat menjadi lebih baik.

“Setelah kita buka ini, jalingan komunikasi seluruh masyarakat dengan aparat mulai membaik. Kemarin dari kampung ini sudah mengirimkan dua orang putra terbaiknya untuk saya jadikan anggota TNI. Selanjutnya saya berharap ada lagi putra terbaik dari kampung ini yang kan kita jadikan TNI,” katanya.

Terkait dengan stigma daerah merah, pihaknya mengatakan bahwa dengan adanya pembangunan tersebut maka seluruh informasi akan masuk dan stigma tersebut akan hilang.

“Dengan adanya pembangunan ini, namanya daerah yang betul-betul terpencil tidak ada komunikasi, sehingga kita tidak dapat mengabarkan tentang pemerintah kita yang ingin mengajak sejahtera bersama-sama. Untuk itu saya berharap kepada rekan-rekan kita yang masih berbeda pendapat ayo turun dan kita bersama-sama membangun, jangan menggembor-gemborkan tentara itu yang negative tetapi tentara memiliki tugas pokok antara lain pembinaan teritorial salah satunya membantu pemerintah mensejahterakan rakyatnya,” paparnya.

Sementara itu, Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar berharap masyarakat dapat terus menjaga dan memelihara fasilitas yang telah dibangun sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih lama.

“Yang dibangun adalah fasilitas-fasilitas yang betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk itu kita semua berharap dapat dipelihara kalau bisa ditingkatkan. Karena hasil kegiatan ini telah merubah wajah kampung-kampung di Kab. Jayawijaya sehingga menjadi contoh kehadiran pemerintah hingga kepelosok,” kata Danrem.
(nun)
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
artikel/ rendering in 3.0303 seconds (0.1#10.140)