Dampak Pandemi Corona, Ribuan Pekerja di Jabar Di-PHK dan Dirumahkan

Senin, 06 April 2020 - 13:21 WIB
Dampak Pandemi Corona,...
Foto/ilustrasi.SINDOnews
A A A

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengungkapkan telah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran sebagai imbas pandemi Covid-19.
”Baru-baru ini Disnakertrans Jawa Barat menyampaikan, sebanyak 40.433 pekerja dirumahkan dan 3.030 pekerja terkena PHK,” ungkap Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (6/4/2020).

Menurut Iqbal, jika tidak ada upaya sungguh-sungguh dari pemerintah untuk mencegah PHK ini, dalam dua bulan ke depan industri otomotif, komponen otomotif, komponen elektronik, tekstil, garmen, dan sepatu juga bakal melakukan efisiensi dengan mengurangi pekerja.

Data yang diperoleh KSPI dari akun Instagram Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, menunjukkan terdapat 162.416 pekerja telah melapor di-PHK dan dirumahkan. Rinciannya, 30.137 pekerja dari 3.348 perusahaan di-PHK, sedangkan 132.279 pekerja dari 14.697 perusahaan dirumahkan tanpa upah.

"Bisa saja di DKI akan ada penambahan jumlahnya pekerja yang di-PHK dari perusahaan garmen dan tekstil yang ada di wilayah Pulogadung, Cakung, Cilincing, hingga Marunda. Belum lagi di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat," terang Iqbal. (Baca : Pulang ke Gununghalu, 600 Pekerja dari Jakarta Diminta Isolasi Mandiri)

Iqbal menjelaskan, saat ini ada dua ancaman serius yang dihadapi kaum buruh. Pertama, potensi hilangnya nyawa buruh karena masih diharuskan bekerja dan tidak diliburkan ketika yang lain melakukan physical distancing. Kedua, darurat PHK yang akan mengancam puluhan hingga ratusan ribu buruh.

Dia pun menyampaikan ada beberapa faktor penyebab ancaman PHK massal tersebut, antara lain ketersediaan bahan baku di industri manufaktur yang mulai menipis, melemahnya rupiah terhadap dolar, menurunnya kunjungan wisatawan ke Indonesia, dan anjloknya harga minyak dan indeks saham gabungan.

"Empat faktor itulah yang menyebabkan banyaknya terjadi PHK. Sepinya industri pariwisata, misalnya, menyebabkan sektor perhotelan, restoran, perdagangan, hingga jasa penunjang pariwisata terpukul dan mengurangi karyawan," pungkas Iqbal. (Baca : Didemo Buruh soal Omnibus Law, Bupati KBB Layangkan Surat ke Presiden)

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 telah menyebabkan ekonomi global terdampak besar. Tak terkecuali di Indonesia yang berimbas pada harga nilai dolar yang anjlok hingga berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi di dalam negeri.
(muh)
Berita Terkait
Dinilai Langgar Prokes,...
Dinilai Langgar Prokes, Polres Sumenep Bubarkan Hiburan Hajatan Warga
Kasus Meningkat, Edukasi...
Kasus Meningkat, Edukasi Pencegahan Corona Harus Terus Digencarkan
Lewat Wine, Aston Kutcher...
Lewat Wine, Aston Kutcher dan Mila Kunis Bantu Korban Covid-19
India Mencapai 10 Juta...
India Mencapai 10 Juta Kasus Infeksi Virus Corona
Pandemi Corona Memburuk,...
Pandemi Corona Memburuk, Siswa Eropa Kembali Bersekolah
Warung Bakso Disegel...
Warung Bakso Disegel Lantaran Pemiliknya Baru Pulang dari Daerah Pandemi
Berita Terkini
Dishub DKI Siapkan Rekayasa...
Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Bundaran HI saat Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta
15 menit yang lalu
Rekam Jejak Taufik Hidayat,...
Rekam Jejak Taufik Hidayat, Pernah Lakukan Penganiayaan dan Kasus Penggelapan Motor
28 menit yang lalu
Benahi Tata Kelola MBG,...
Benahi Tata Kelola MBG, Tindakan BGN Tutup Ratusan Dapur Fiktif Diapresiasi
29 menit yang lalu
Perputaran Uang Judi...
Perputaran Uang Judi Online Hayam Wuruk Capai Belasan Triliun
35 menit yang lalu
Tak Hanya 287 WNA, 4...
Tak Hanya 287 WNA, 4 WNI Turut Jadi Tersangka Judol Hayam Wuruk
59 menit yang lalu
Kaesang Saksikan Pelantikan...
Kaesang Saksikan Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji Lampung
1 jam yang lalu
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved