Pilkada

Kecurangan masif, Pilgub Jatim harus dipersoalkan

Senin,  2 September 2013  −  07:30 WIB
Kecurangan masif, Pilgub Jatim harus dipersoalkan
Dokumen Okezone

Sindonews.com - Hampir seluruh wilayah di Jawa Timur terutama basis pendukung Khofifah - Herman (Berkah) diindikasi terjadi pelanggaran. Pelanggaran tersebut sebagian dilakukan oleh penyelenggara Pilgub sendiri.

Timses Khofifah-Herman, Ari Dwikusuma mengatakan, indikasi itu dilaporkan oleh tim relawan yang terus melakukan pemantauan di lapangan.

"Kami menerima banyak laporan, hampir seluruh wilayah di Jatim ini, dimana tempat basis pemilih Berkah tidak mendapatkan undangan, ini akan kami tindak lanjuti," tukas Ari, Senin (2/9/2013).

Selain itu, masih banyak pelanggaran dalam bentuk lainnya.

Oleh karena itu, saat ini lanjut Ari, timnya masih disebar untuk melakukan pemantauan penghitungan di tingkat kecamatan.

"Tim kami masih di lapangan memantau langsung penghitungan manual dilakukan di tingkat kecamatan, pemantauan itu akan kami lakukan sampai provinsi," jelasnya.

Sementara itu, menanggapi banyak informasi kecurangan di Pilgub Jatim pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Airlangga Pribadi mengatakan, pelanggaran itu tidak bisa dibiarkan.

Bisa saja kubu Khofifah menentukan sikapnya jika pelanggaran itu tidak bisa ditolerir lagi,

"Kalau memang kecurangannya masif, maka kemungkinan nanti akan dipersoalkan," ujar Airlangga.

Seperti diketahui, Pilgub Jatim yang baru saja digelar 29 Agustus 2013 diduga diwarnai kecurangan. Dari hasil investigasi kecurangan itu terjadi di kantung-kantung pendukung Khofifah.

Seperti di daerah Sampang, Madura, dilaporkan 12 ribu warga pemilih tidak mendapatkan surat undangan dari KPU Jatim.



(lns)

views: 2.333x
shadow