Bali & Nusa Tenggara

Poskamling tak aktif, TTU marak rampok

Rabu,  7 November 2012  −  09:06 WIB
Poskamling tak aktif, TTU marak rampok
ilustrasi: dok. okezone

Sindonews.com - Maraknya perampokan disertai kekerasan membuat warga Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) merasa tidak nyaman, mengantisipasi itu, Bupati Raymundus Sau Fernandes meminta para camat untuk berkoordinasi dengan Danramil/Danposramil atau Kapolsek/Danpospol dibantu para kades/lurah agar menghidupkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling).

"Khusus untuk para camat yang wilayah kerjanya meliputi daerah segitiga perbatasan Kabupaten Belu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan TTU, agar menghidupkan kembali Poskamling. Ini untuk mengeliminir kasus perampokan yang akhir-akhir ini marak terjadi," ungkap Bupati Fernandes menjelaskan di Kefamenanu

Ia menegaskan, camat harus responsif terhadap kasus kriminil dan pelanggaran HAM di wilayah segitiga perbatasan antara Kabupaten Belu, TTS dan TTU.

"Jangan tanganga (telat mikir dan tidak redponsif, Red) saja. Potensi ancaman terhadap gangguan kamtibmas, mesti disikapi secara cermat, cerdas dan cepat," katanya.

Karena itu ia minta camat harus berdomisili di ibukota kecamatan sehingga bisa membangun koordinasi yang cepat dan efektif dengan kapolsek/danramil saat ada gangguan kamtibmas.

Terkait serangan gerombolan perampok (teku) sebanyak 30 orang di Desa Manikin, Noemuti Timur, Bupati Fernandes menduga ada warga desa setempat yang menjadi informan bagi kawanan teku.

"Pasti ada orang dalam kampung yang terlibat sehingga mudah menentukan sasaran," kata Bupati Fernandes menduga-duga.

Sementara itu, Kapolres TTU, AKBP I Gede Mega Suparwitha, yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan polisi mengalami kesulitan mengungkapkan kasus perampokan itu, pasalnya tidak ada warga desa setempat yang mau memberikan informasi seputar peritsiwa perampokan itu.

"Kalau cuma desas-desus bahwa ada orang dalam kampung yang terlibat, itu tidak bisa dijadikan pegangan mendasar. Informasi harus pasti. Bukan desas-desus," tandas Gede.

Sebagaimana diberitakan, gerombolan perampok (teku) berjumlah sekitar 30 orang menyantroni rumah Elias Naben, Kepala SMP Negeri 1 Maubam, di Desa Manikin, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Jumat 2 November 2012 sekitar pukul 20.30 wita. Selain menggasak barang-barang elektronik, kawanan teku juga menganiaya penghuni rumah hingga sekarat.


(azh)

views: 800x
shadow