Neraca Perdagangan Jawa Timur Defisit USD9,17 Miliar Selama 2022
Selasa, 17 Januari 2023 - 13:20 WIB
loading...
Neraca perdagangan Jawa Timur defisit sebesar USD9,17 miliar selama 2022.Foto/ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Selama Januari-Desember 2022 neraca perdagangan Jawa Timur (Jatim) mengalami defisit sebesar USD9,17 miliar. Hal ini akibat defisit pada sektor migas sebesar USD 7,16 miliar dan sektor nonmigas sebesar USD 2,00 miliar.
Selama Desember 2022, neraca perdagangan Jatim juga mengalami defisit sebesar USD633,30 juta. Defisit ini disebabkan karena defisit nilai perdagangan pada sektor migas sebesar USD 368,36 juta.
"Demikian juga di sektor nonmigas mengalami defisit nilai perdagangan sebesar USD 264,94 juta," kata Koordinator Tim Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Umar Sjaifudin, dalam rilisnya, Selasa (17/1/2023).
Baca juga: Pemprov Jawa Timur Targetkan Program PTSL Tuntas di 2024
Data BSP Jatim juga menyebutkan, selama 2022, nilai impor nonmigas dari kelompok negara ASEAN sebesar USD3,20 miliar. Utamanya berasal dari Thailand dengan nilai USD1,16 miliar atau dengan kontribusi 4,67 persen. Sedangkan nilai impor dari kawasan Uni Eropa sebesar USD1,30 miliar. Utamanya berasal dari Jerman sebesar USD 409,93 juta atau dengan kontribusi sebesar 1,66 persen.
Selama Desember 2022, neraca perdagangan Jatim juga mengalami defisit sebesar USD633,30 juta. Defisit ini disebabkan karena defisit nilai perdagangan pada sektor migas sebesar USD 368,36 juta.
"Demikian juga di sektor nonmigas mengalami defisit nilai perdagangan sebesar USD 264,94 juta," kata Koordinator Tim Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Umar Sjaifudin, dalam rilisnya, Selasa (17/1/2023).
Baca juga: Pemprov Jawa Timur Targetkan Program PTSL Tuntas di 2024
Data BSP Jatim juga menyebutkan, selama 2022, nilai impor nonmigas dari kelompok negara ASEAN sebesar USD3,20 miliar. Utamanya berasal dari Thailand dengan nilai USD1,16 miliar atau dengan kontribusi 4,67 persen. Sedangkan nilai impor dari kawasan Uni Eropa sebesar USD1,30 miliar. Utamanya berasal dari Jerman sebesar USD 409,93 juta atau dengan kontribusi sebesar 1,66 persen.
Lihat Juga :