Majapahit dan Misteri Hilangnya Istana Kerajaan hingga Tak Berbekas
Sabtu, 14 Januari 2023 - 06:00 WIB
loading...
Majapahit merupakan kerajaan terbesar di Indonesia dan kekuasaannya meliputi Semenanjung Malaya
A
A
A
Majapahit merupakan kerajaan terbesar di Indonesia. Wilayah kekuasaannya bahkan meliputi Semenanjung Malaya (Malaysia dan Brunei), Tumasik (Singapura), serta sebagian Thailand dan Filipina.
Banyak misteri tentang Majapahit yang tak terpecahkan hingga saat ini. Misalnya misteri tentang asal usul Sang Mahapatih Gajah Mada, misteri Perang Bubat, hingga misteri hilangnya Istana Majapahit.
Misteri-mistri itu selalu menarik perhatian ahli sejarah maupun arkeolog. Berbagai studi dilakukan untuk menemukan keraton atau istana tersebut.
Catatan sejarah hanya menyebutkan pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit yang berada di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Akan tetapi, lokasi pasti berdirinya istana kerajaan tersebut masih belum bisa dijawab sepenuhnya karena seolah lenyap begitu saja.
Baca juga: Misi Terselubung Raja Majapahit Nikahi 4 Putri Penerus Singasari
Pencarian keraton ini bukan baru saja dilakukan, tetapi sudah dilaksanakan sejak lebih dari seratus tahun yang lalu. Namun sayangnya, arkeolog hanya menemukan reruntuhan batu-bata bekas bangunan dan jalan serta bekas galian pada masa kolonial.
Banyak misteri tentang Majapahit yang tak terpecahkan hingga saat ini. Misalnya misteri tentang asal usul Sang Mahapatih Gajah Mada, misteri Perang Bubat, hingga misteri hilangnya Istana Majapahit.
Misteri-mistri itu selalu menarik perhatian ahli sejarah maupun arkeolog. Berbagai studi dilakukan untuk menemukan keraton atau istana tersebut.
Catatan sejarah hanya menyebutkan pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit yang berada di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Akan tetapi, lokasi pasti berdirinya istana kerajaan tersebut masih belum bisa dijawab sepenuhnya karena seolah lenyap begitu saja.
Baca juga: Misi Terselubung Raja Majapahit Nikahi 4 Putri Penerus Singasari
Pencarian keraton ini bukan baru saja dilakukan, tetapi sudah dilaksanakan sejak lebih dari seratus tahun yang lalu. Namun sayangnya, arkeolog hanya menemukan reruntuhan batu-bata bekas bangunan dan jalan serta bekas galian pada masa kolonial.
Lihat Juga :