Ini Wilayah Sulut yang Berpotensi Terjadi Bencana Hidrometeorologi
Jum'at, 13 Januari 2023 - 17:30 WIB
loading...
Bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut). Foto/BMKG
A
A
A
MANADO - Sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut), berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Bencana hidrometeorologi itu antara lain banjir, puting beliung, hujan es, serta tanah longsor akibat hujan lebat.
Baca juga: Bencana Hidrometeorologi Masih Mengintai, BMKG Ingatkan Warga Sulut Waspadai Cuaca Ekstrem
Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama dalam keterangannya mengatakan, berdasarkaan analisis kondisi iklim wilayah Sulut, saat ini berada pada musim hujan dengan beberapa wilayah berada pada puncak musim hujan.
"Kondisi dinamika atmosfer diwilayah Sulut, cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah," kata Dhira. Analisis kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia, kata dia masih signifikan terhadap peningkatan hujan diwilayah Indonesia.
Baca juga: Kisah Telik Sandi Cantik Nyimas Utari, Hancur Lebur Ditembak Meriam Usai Penggal Kepala Gubernur Jenderal VOC JP Coen
Terdapat potensi sistem sirkulasi siklonik di sebelah utara Sulut, yang membentuk pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin. Aktifnya gelombang atmosfer tipe Kelvin di wilayah Sulut, dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan terlebih khusus di wilayah Kabupaten Kepulauan.
"Anomali suhu muka laut di Laut Sulawesi bernilai 0.5-2 derajat celsius, yaitu dapat menambah massa uap air semakin banyak di atmosfer, serta pengamatan cuaca udara atas menunjukan indeks labilitas atmosfer lokal dengan intensitas ringan hingga sedang," tuturnya
Kondisi tersebut mempengaruhi pertumbuhan awan-awan comulonimbus yang semakin intensif, dan dapat mengakibatkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, diserta dengan kilat atau petir.
Baca juga: Gasak Rp730 Juta saat Rampok Wali Kota Blitar, Residivis Ini Rancang Perampokan di Lapas Sragen
Dia mengimbau kepada pemerintah dan masyarakat, untuk memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air yang siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.
"Melakukan penataan lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng. Melakukan penebangan pohon yang sudah rentan tumbang, menertibkan baliho semi permanen, lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untukkesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi," terangnya.
Beberapa wilayah yang patut diwaspadai memiliki potensi cuaca ekstrem, dan dapat mengkibatkan bencana hidrometeorologi untuk periode 13-15 Januari 2023, yaitu di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Selain itu, wilayah yang juga berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi di Sulut adalah Kabupaten Minahasa, KabupatenMinahasa Selatan, Kabupaten Bolaang momong, Kabupaten Bolmong Selatan, Kota Manado, Kota Bitung, Kota Kotamobagu, dan Kabupaten Minahasa Utara.
Baca juga: Bencana Hidrometeorologi Masih Mengintai, BMKG Ingatkan Warga Sulut Waspadai Cuaca Ekstrem
Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama dalam keterangannya mengatakan, berdasarkaan analisis kondisi iklim wilayah Sulut, saat ini berada pada musim hujan dengan beberapa wilayah berada pada puncak musim hujan.
"Kondisi dinamika atmosfer diwilayah Sulut, cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah," kata Dhira. Analisis kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia, kata dia masih signifikan terhadap peningkatan hujan diwilayah Indonesia.
Baca juga: Kisah Telik Sandi Cantik Nyimas Utari, Hancur Lebur Ditembak Meriam Usai Penggal Kepala Gubernur Jenderal VOC JP Coen
Terdapat potensi sistem sirkulasi siklonik di sebelah utara Sulut, yang membentuk pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin. Aktifnya gelombang atmosfer tipe Kelvin di wilayah Sulut, dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan terlebih khusus di wilayah Kabupaten Kepulauan.
"Anomali suhu muka laut di Laut Sulawesi bernilai 0.5-2 derajat celsius, yaitu dapat menambah massa uap air semakin banyak di atmosfer, serta pengamatan cuaca udara atas menunjukan indeks labilitas atmosfer lokal dengan intensitas ringan hingga sedang," tuturnya
Kondisi tersebut mempengaruhi pertumbuhan awan-awan comulonimbus yang semakin intensif, dan dapat mengakibatkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, diserta dengan kilat atau petir.
Baca juga: Gasak Rp730 Juta saat Rampok Wali Kota Blitar, Residivis Ini Rancang Perampokan di Lapas Sragen
Dia mengimbau kepada pemerintah dan masyarakat, untuk memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air yang siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.
"Melakukan penataan lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng. Melakukan penebangan pohon yang sudah rentan tumbang, menertibkan baliho semi permanen, lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untukkesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi," terangnya.
Beberapa wilayah yang patut diwaspadai memiliki potensi cuaca ekstrem, dan dapat mengkibatkan bencana hidrometeorologi untuk periode 13-15 Januari 2023, yaitu di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Selain itu, wilayah yang juga berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi di Sulut adalah Kabupaten Minahasa, KabupatenMinahasa Selatan, Kabupaten Bolaang momong, Kabupaten Bolmong Selatan, Kota Manado, Kota Bitung, Kota Kotamobagu, dan Kabupaten Minahasa Utara.
(eyt)
Lihat Juga :