20 Hektare Sawah Petani di Kolaka Utara Tertimbun Lumpur Tambang
Jum'at, 13 Januari 2023 - 14:34 WIB
loading...
A
A
A
Bergeset ke Dusun IV Desa Mosiku, sebuah empang milik warga juga telah tertutup lumpur. Yang lebih parah yakni sungai yang melintasi areal perkebunan warga yang awalnya sedalam satu meter juga nyaris rata akibat pendangkalan akibat lumpur.
Tanaman kakao warga tumbuh kerdil, pohon-pohon sagu yang tidak bisa diolah membuat para petani setempat putus asal. "Apalagi mau tanami sayur-sayuran tidak mungkin lagi karena tanahnya sudah berlumpur," bebernya.Baca juga: Ledakan Tambang di Sawahlunto Tewaskan 2 Pekerja, 8 Orang Masih Tertimbun
Pertambangan nikel di wilayah setempat oleh PT KTR dikatakan abai akan dampak lingkungan. Kehadirannya dalam dua tahun terakhir beraktifitas perlahan membuat para petani satu per satu harus beralih profesi karena tanamannya tidak produktif lagi.
Hasil penelusuran dan catatan DLH disampaikan akan diajukan ke DPRD saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang bakal digelar dalam waktu dekat ini.
Ia berharap para pemangku kebijakan bisa mengambil langkah tegas terhadap perusahaan yang ugal-ugalan mengeruk hasil bumi hingga menyengsarakan masyarakat luas. "Kalau terus dibiarkan begini maka sama saja melakukan pembiaran," pungkasnya.
Tanaman kakao warga tumbuh kerdil, pohon-pohon sagu yang tidak bisa diolah membuat para petani setempat putus asal. "Apalagi mau tanami sayur-sayuran tidak mungkin lagi karena tanahnya sudah berlumpur," bebernya.Baca juga: Ledakan Tambang di Sawahlunto Tewaskan 2 Pekerja, 8 Orang Masih Tertimbun
Pertambangan nikel di wilayah setempat oleh PT KTR dikatakan abai akan dampak lingkungan. Kehadirannya dalam dua tahun terakhir beraktifitas perlahan membuat para petani satu per satu harus beralih profesi karena tanamannya tidak produktif lagi.
Hasil penelusuran dan catatan DLH disampaikan akan diajukan ke DPRD saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang bakal digelar dalam waktu dekat ini.
Ia berharap para pemangku kebijakan bisa mengambil langkah tegas terhadap perusahaan yang ugal-ugalan mengeruk hasil bumi hingga menyengsarakan masyarakat luas. "Kalau terus dibiarkan begini maka sama saja melakukan pembiaran," pungkasnya.
(don)
Lihat Juga :