Selain Tuntut Izin Angkut Penumpang, Ojol Bandung Juga Tolak Tes COVID-19
Senin, 13 Juli 2020 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Informasi yang diperoleh, ujar dia, Pemkot Bandung masih menunggu surat dari aplikator. Pihaknya sudah meminta agar surat tersebut segera dikirim hari ini. Sehingga Pemkot Bandung bisa segera memberikan izin ojol kembali beroperasi membawa penumpang.
Dia mengemukakan, pendapatan ojol sejak pandemi COVID-19 sangat merosot sekitar 70%. Karena mereka hanya diperkenankan menerima pesanan pengantaran makanan dan barang. Kondisi itu sangat menyulitkan mereka. "Setiap bawa uang Rp25.000 aja sulit," ujar dia.
Para driver ojol, tutur Prima, akan terus menggelar unjuk rasa sampai tuntutan mereka bisa kembali beroperasi membawa penumpang dikabulkan.
Prima menuturkan, terkait kewajiban bagi pengemudi ojol melakukan rapid dan swab test, DOJB telah berkoordinasi dengan Pemkot Bandung. Hasilnya, poin tersebut bisa dihilangkan.
Sebab, tutur Prima, ketentuan itu hanya berlaku bagi ojol atau motor. Sementara taksi online mobil, sopir bus, dan lainnya, tidak wajib. Padahal tidak ada jaminan bagi para driver terbebas dari COVID-19 setelah dilakukan pengetesan.
Dia mengemukakan, pendapatan ojol sejak pandemi COVID-19 sangat merosot sekitar 70%. Karena mereka hanya diperkenankan menerima pesanan pengantaran makanan dan barang. Kondisi itu sangat menyulitkan mereka. "Setiap bawa uang Rp25.000 aja sulit," ujar dia.
Para driver ojol, tutur Prima, akan terus menggelar unjuk rasa sampai tuntutan mereka bisa kembali beroperasi membawa penumpang dikabulkan.
Prima menuturkan, terkait kewajiban bagi pengemudi ojol melakukan rapid dan swab test, DOJB telah berkoordinasi dengan Pemkot Bandung. Hasilnya, poin tersebut bisa dihilangkan.
Sebab, tutur Prima, ketentuan itu hanya berlaku bagi ojol atau motor. Sementara taksi online mobil, sopir bus, dan lainnya, tidak wajib. Padahal tidak ada jaminan bagi para driver terbebas dari COVID-19 setelah dilakukan pengetesan.
Lihat Juga :