Sejarah dan Asal Usul Madiun: Bermakna Hantu Berayunan Kini Dijuluki Kota Pecel
Sabtu, 07 Januari 2023 - 11:56 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian pada tahun 1575, pusat pemerintahan kembali mengalami perpindahan yakni dari Purbaya hingga Wonorejo atau Kuncen. Perpindahan tersebut dilakukan oleh Bupati Pangeran Timur (Panembahan Rangga Jumena) kepada putrinya Raden Ayu Retno Dumilah.
Pada tahun 1586 dan 1587 Kerajaan Mataram melakukan penyerangan ke Wonorejo. Namun Mataram menderita kekalahan berat.
Alih-alih takluk dari Kesultanan Wonorejo, pada tahun 1590 Mataram kembali menaklukkan penyerangan terhadap pusat istana Kabupaten Wonorejo.
Dengan adanya penyerangan tersebut, Raden Ayu Retno Djumilah tidak bisa mempertahankan kekuasaannya. Sehingga ia rela dipersunting oleh Sutawidjaja dan diboyong ke istana Mataram di Plered.
Sebagai tanda peringatan penguasaan Mataram atas Kesultanan Wonorejo tersebut, maka pada hari Jumat Legi tanggal 16 November 1590 Masehi nama “Purbaya” diganti menjadi “Madiun”.
Pada tahun 1586 dan 1587 Kerajaan Mataram melakukan penyerangan ke Wonorejo. Namun Mataram menderita kekalahan berat.
Alih-alih takluk dari Kesultanan Wonorejo, pada tahun 1590 Mataram kembali menaklukkan penyerangan terhadap pusat istana Kabupaten Wonorejo.
Dengan adanya penyerangan tersebut, Raden Ayu Retno Djumilah tidak bisa mempertahankan kekuasaannya. Sehingga ia rela dipersunting oleh Sutawidjaja dan diboyong ke istana Mataram di Plered.
Sebagai tanda peringatan penguasaan Mataram atas Kesultanan Wonorejo tersebut, maka pada hari Jumat Legi tanggal 16 November 1590 Masehi nama “Purbaya” diganti menjadi “Madiun”.
(bim)
Lihat Juga :