Remaja Unggah Tawuran di IG: Normal Baru?

Senin, 13 Juli 2020 - 07:27 WIB
loading...
A A A
Tawuran fisik di dunia nyata tersebut kemudian kembali dimanfaatkan oleh anak dan remaja pengguna media sosial sebagai materi konten yang ditayangkan dalam akun-akun media sosial mereka. Tujuannya tetap sama: menunjukkan eksistensi dan atensi dari kelompok pertemanan virtualnya.

Penggunaan Narkoba

Di samping problem kelas sosial dan dampak sosial normal baru saat pandemi, aspek lain yang perlu diperhatikan adalah faktor penggunaan narkoba oleh anak dan remaja tersebut. Pada kasus tawuran anak dan remaja di Tanah Abang, salah satu remaja yang terlibat dan diperiksa oleh kepolisian diketahui positif menggunakan narkoba jenis ganja. Hal yang sama juga ditemukan pada kasus kedua. Pada perkelahian geng Romusha versus geng Pesing di Jakarta Barat, sejumlah pelaku diketahui menggunakan narkoba jenis sabu.

Meskipun secara teoretis keterkaitan antara penggunaan narkoba dan perilaku kekerasan masih diperdebatkan pengaruhnya satu sama lain (Parker & Aurehahn, 1998), fakta yang sejauh ini diketahui adalah sebagian mereka yang terlibat dalam dua tawuran tersebut melakukan aksinya dalam keadaan menggunakan substansi narkoba, sehingga langkah antisipasi tawuran ke depan perlu diintegrasikan dengan upaya pencegahan penggunaan narkoba di kalangan anak dan remaja.

Hindari Melabel

Orang dewasa perlu melihat masalah tawuran anak dan remaja sebagai efek samping dari situasi normal baru yang mungkin saja ditiru dan dilakukan oleh anak dan remaja lain. Ini artinya, kompleksitas penyebab tawuran harus dijadikan pertimbangan agar proses hukum terhadap anak dan remaja yang terlibat perkelahian dan melanggar hukum harus tetap dijalankan sesuai prosedur hukum yang adil dan memenuhi prinsip perlindungan anak. (Lihat videonya: Penjaga Masjid Lakukan Aksi Heroik Selamatkan Kotak Amal)

Jangan sampai penegakan hukum terhadap anak dan remaja yang terlibat tawuran dan melakukan kekerasan justru memberikan label dan stigma permanen yang mempersulit integrasi anak dengan masyarakat setelah menjalani pembinaan/hukuman.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Rekomendasi
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Berita Terkini
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved