Musim Durian di Palabuhanratu Sukabumi, Tengkulak Raup Untung Besar
Selasa, 03 Januari 2023 - 21:47 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Asep mengatakan bahwa dia membeli durian tersebut langsung dari petani dengan harga Rp10 ribu per buah baik kecil maupun besar. Dengan sistem membeli per pohon, bukan hanya untung, resiko kerugian pun akan didapatkan jika mendapatkan durian yang tidak ada rasa (dalam bahasa lokal disebut tiis) ataupun busuk.
"Harga Rp10 ribu per buah belum termasuk ongkos angkut, jika sampai ke rumah saya itu sekitar Rp17 ribu. Saya menjual durian kepada konsumen baik pedagang ataupun pembeli biasa dengan harga per kilogram. Varian yang paling mahal itu jenis matahari dan gandaria dijual dengan harga Rp80 ribu per kilogram," ujarnya.
Baca juga: Kontes Durian di Enrekang Diharap Bisa Hasilkan Bibit Berkualitas
Asep mangaku, durian lokal yang dijualnya sudah dipasarkan di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi (Jabodetabek), Sukabumi, Cianjur, Bandung bahkan sampai ke Garut. Para pedagang eceran ada yang datang langsung ataupun yang sudah langganan meminta untuk dikirim ke kota masing-masing.
"Untuk omzet sendiri sekitar Rp75 juta per musim, saya untuk sehari-hari mengajar di sekolah, jadi ketika musim durian di bulan November hingga Februari saya menampung durian dari petani dan menjual kembali ke pedagang maupun wisatawan yang datang ke rumah," tukasnya.
"Harga Rp10 ribu per buah belum termasuk ongkos angkut, jika sampai ke rumah saya itu sekitar Rp17 ribu. Saya menjual durian kepada konsumen baik pedagang ataupun pembeli biasa dengan harga per kilogram. Varian yang paling mahal itu jenis matahari dan gandaria dijual dengan harga Rp80 ribu per kilogram," ujarnya.
Baca juga: Kontes Durian di Enrekang Diharap Bisa Hasilkan Bibit Berkualitas
Asep mangaku, durian lokal yang dijualnya sudah dipasarkan di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi (Jabodetabek), Sukabumi, Cianjur, Bandung bahkan sampai ke Garut. Para pedagang eceran ada yang datang langsung ataupun yang sudah langganan meminta untuk dikirim ke kota masing-masing.
"Untuk omzet sendiri sekitar Rp75 juta per musim, saya untuk sehari-hari mengajar di sekolah, jadi ketika musim durian di bulan November hingga Februari saya menampung durian dari petani dan menjual kembali ke pedagang maupun wisatawan yang datang ke rumah," tukasnya.
(nic)
Lihat Juga :