Kisah Pemerintahan Amangkurat III Picu Perpecahan di Kerajaan Mataram
Sabtu, 31 Desember 2022 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Dengan kekuatan pasukan cina yang sangat besar akhirnya Sunan Kuning menggempur Keraton Kartosuro. Hebatnya, sejata yang digunakan, meskipun sangat sederhana berupa mercon (Petasan) yang di banting. Pasukan pimpinan Sunan Kuning mampu membuat prajurit Keraton Kartosuro kocar kacir.
"Orang cina itukan ahli membuat mesiu. Nah,meskipun sederhana, mercon itu dipakai untuk menyerang. Dan Prajurit Keraton Kartosuro itu mengira mercon adalah suara bom hingga kocar-kacir,"jelasnya.
Pasukan Garendhi langsung masuk ke jantung pertahanan Kartosuro yaitu benteng Cempuri dengan cara menjebol benteng dengan menggunakan linggis dan tombak tepat dimana kamar Raja berada. Bahkan hingga saat ini bukti sejarah tembok Keraton Kartosuro yang jebol saat geger pecinan tersebut masih bisa ditemukan.
Karena geger pecina tersebut PB II melarikan diri ke Ponorogo dan setahun kemudian dengan bantuan orang Ponorogo PB II kembali merebut kekuasaan yang sempat terlepas pada tahun 1744 akhirnya Sunan Amangkurat Mas kalah dan kembali ke wilayah Sunan Kuning.
PB II kembali menguasai Keraton Kartosuro. Namun kondisi Keraton sudah hancur tak tersisa karena geger pecinan. "Karena orang Cina itu kalau merebut suatu wilayah disamping merebut harta kekayaanya juga menghancurkan wilayah yang ditempatinya,"katanya.
Seperti halnya leluhurnya Amangkurat II, PB II berniat membangun keraton yang baru lagi. Pasalnya, Keraton yang sempat jatuh ketangan musuh, dianggap sudah tidak ada wibawanya lagi.
Dengan memerintahkan punggawa keraton untuk mencari tempat baru untuk dijadikan keraton sebagai pengganti Keraton Kartosura yang sudah hancur akibat geger pecinan yang dipimpin oleh Raden Mas Garendhi.
"Orang cina itukan ahli membuat mesiu. Nah,meskipun sederhana, mercon itu dipakai untuk menyerang. Dan Prajurit Keraton Kartosuro itu mengira mercon adalah suara bom hingga kocar-kacir,"jelasnya.
Pasukan Garendhi langsung masuk ke jantung pertahanan Kartosuro yaitu benteng Cempuri dengan cara menjebol benteng dengan menggunakan linggis dan tombak tepat dimana kamar Raja berada. Bahkan hingga saat ini bukti sejarah tembok Keraton Kartosuro yang jebol saat geger pecinan tersebut masih bisa ditemukan.
Karena geger pecina tersebut PB II melarikan diri ke Ponorogo dan setahun kemudian dengan bantuan orang Ponorogo PB II kembali merebut kekuasaan yang sempat terlepas pada tahun 1744 akhirnya Sunan Amangkurat Mas kalah dan kembali ke wilayah Sunan Kuning.
PB II kembali menguasai Keraton Kartosuro. Namun kondisi Keraton sudah hancur tak tersisa karena geger pecinan. "Karena orang Cina itu kalau merebut suatu wilayah disamping merebut harta kekayaanya juga menghancurkan wilayah yang ditempatinya,"katanya.
Seperti halnya leluhurnya Amangkurat II, PB II berniat membangun keraton yang baru lagi. Pasalnya, Keraton yang sempat jatuh ketangan musuh, dianggap sudah tidak ada wibawanya lagi.
Dengan memerintahkan punggawa keraton untuk mencari tempat baru untuk dijadikan keraton sebagai pengganti Keraton Kartosura yang sudah hancur akibat geger pecinan yang dipimpin oleh Raden Mas Garendhi.
(msd)
Lihat Juga :