2 Kasus Covid-19 Varian Omicron BF.7 Ditemukan di Jakarta, Dinkes: Bergejala Ringan
Kamis, 29 Desember 2022 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Ngabila, perlu ada peningkatan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) guna melihat secara jelas varian Covid-19 pada pasien positif. Ia berharap tidak ada lonjakan kasus imbas varian Omicron BA.7, terlebih menjelang perayaan Tahun Baru 2023 di Jakarta.
"Perlu ditingkatkan pemeriksaan genome sequencing, utamanya yang dirawat di rumah sakit dan meninggal untuk melihat pola dominansi varian dan kapan kemungkinan prediksi puncak kasus dan akan berakhir. Tapi semoga tidak ada lonjakan kasus kali ini, " jelasnya.
Baca juga: BPOM Izinkan Vaksin Covid-19 untuk Anak 6 Bulan, Dinkes DKI Tunggu Regulasi Kemenkes
Ngabila meminta masyarakat tidak perlu panik. Ia mengimbau masyarakat agar segera vaksinasi booster, disiplin bermasker hingga segera PCR apabila mengalami gejala Covid-19.
"Apapun variannya tidak perlu panik, semua akan terkendali. Cegah sakit dengan disiplin bermasker di mana pun. Cegah kematian dengan vaksinasi booster dan segera PCR ke puskesmas gratis untuk yang bergejala Covid-19, utamanya usia 40 tahun ke atas atau komorbid berat," pungkasnya.
"Perlu ditingkatkan pemeriksaan genome sequencing, utamanya yang dirawat di rumah sakit dan meninggal untuk melihat pola dominansi varian dan kapan kemungkinan prediksi puncak kasus dan akan berakhir. Tapi semoga tidak ada lonjakan kasus kali ini, " jelasnya.
Baca juga: BPOM Izinkan Vaksin Covid-19 untuk Anak 6 Bulan, Dinkes DKI Tunggu Regulasi Kemenkes
Ngabila meminta masyarakat tidak perlu panik. Ia mengimbau masyarakat agar segera vaksinasi booster, disiplin bermasker hingga segera PCR apabila mengalami gejala Covid-19.
"Apapun variannya tidak perlu panik, semua akan terkendali. Cegah sakit dengan disiplin bermasker di mana pun. Cegah kematian dengan vaksinasi booster dan segera PCR ke puskesmas gratis untuk yang bergejala Covid-19, utamanya usia 40 tahun ke atas atau komorbid berat," pungkasnya.
(thm)
Lihat Juga :