Anggota DPRD DKI Kenneth Minta Tingkatkan Kesiapsiagaan Antisipasi Hujan Ekstrem
Rabu, 28 Desember 2022 - 17:57 WIB
loading...
A
A
A
Pria yang akrab disapa Bang Kent itu meminta kepada seluruh stakeholder terkait agar meningkatkan kesiapsiagaan terkait potensi bencana geologi maupun hidrometeorologi basah, khususnya antisipasi cuaca ekstrem.
"Dinas-dinas dan stakeholder terkait harus memantau kondisi cuaca dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi hujan ekstrem," kata Kent.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDIP DKI Jakarta itu juga meminta kepada dinas terkait untuk melakukan pemetaan daerah-daerah Jakarta yang kerap dilanda banjir.
"Dinas-dinas terkait harus selama 24 jam memonitoring daerah-daerah di Jakarta yang rawan banjir. Lakukan pemetaan agar bisa meminimalisir dampak akibat hujan ekstrem agar tidak ada kejadian yang tidak kita inginkan," ungkapnya.
Dia menilai dalam menghadapi hujan ekstrem yang harus menjadi salah satu perhatian yaitu pemaksimalan saluran drainase skala mikro dan pompa portable. Sebab, banjir kerap terjadi akibat drainase yang buruk, mulai dari tumpukan sampah, terjadi sedimentasi, hingga saluran air tidak berfungsi.
"Kegiatan gotong-royong di setiap kelurahan dan kecamatan harus kembali digencarkan dan berfokus membersihkan sampah atau lumpur yang ada di drainase terutama di kawasan rentan banjir. Lalu, pompa portable harus stand by dan diletakkan di titik-titik banjir. Setiap petugas dari dinas terkait harus siap siaga ketika hujan melanda," ujar Kent.
"Dinas-dinas dan stakeholder terkait harus memantau kondisi cuaca dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi hujan ekstrem," kata Kent.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDIP DKI Jakarta itu juga meminta kepada dinas terkait untuk melakukan pemetaan daerah-daerah Jakarta yang kerap dilanda banjir.
"Dinas-dinas terkait harus selama 24 jam memonitoring daerah-daerah di Jakarta yang rawan banjir. Lakukan pemetaan agar bisa meminimalisir dampak akibat hujan ekstrem agar tidak ada kejadian yang tidak kita inginkan," ungkapnya.
Dia menilai dalam menghadapi hujan ekstrem yang harus menjadi salah satu perhatian yaitu pemaksimalan saluran drainase skala mikro dan pompa portable. Sebab, banjir kerap terjadi akibat drainase yang buruk, mulai dari tumpukan sampah, terjadi sedimentasi, hingga saluran air tidak berfungsi.
"Kegiatan gotong-royong di setiap kelurahan dan kecamatan harus kembali digencarkan dan berfokus membersihkan sampah atau lumpur yang ada di drainase terutama di kawasan rentan banjir. Lalu, pompa portable harus stand by dan diletakkan di titik-titik banjir. Setiap petugas dari dinas terkait harus siap siaga ketika hujan melanda," ujar Kent.
Lihat Juga :