Rumah Sederhana Layak Huni Bantu Entaskan Kemiskinan di Jateng
Rabu, 21 Desember 2022 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Setiap rumah menghabiskan kisaran hingga Rp 60 juta. Sehingga untuk 10 rumah mencapai Rp600 juta.
Sedangkan Deputi GM Corporate Communications PT Djarum, Achmad Budiharto mengatakan, pembangunan rumah sederhana layak huni merupakan komitmen dukungan dalam mengentaskan kemiskinan dan menaikkan taraf hidup masyarakat.
“Rumah harus bisa memberikan kenyamanan dan kesehatan agar kualitas hidup orang yang tinggal didalamnya bisa semakin baik. Dengan kualitas hidup yang baik itu, para penghuninya kemudian dapat melakukan hal-hal yang bersifat produktif dan membuahkan perbaikan ekonomi bagi keluarga tersebut,” tutur Budiharto.
Bantuan rumah sederhana layak huni ini disambut positif warga. Siti Katijah (50), salah satu warga yang rumahnya di renovasi, bersyukur terpilih dalam program ini.
Pasalnya, bila mengandalkan penghasilannya sebagai buruh tani dengan pendapatan Rp40.000 per hari ia tidak akan mungkin bisa memperbaiki rumahnya menjadi sehat dan layak untuk ditinggali.
“Suami saya meninggal tujuh bulan lalu. Sekarang rumah sudah tidak bocor lagi, ada lantainya sehingga saya dan anak-anak bisa istirahat dengan nyaman,” ujarnya.
Sedangkan Deputi GM Corporate Communications PT Djarum, Achmad Budiharto mengatakan, pembangunan rumah sederhana layak huni merupakan komitmen dukungan dalam mengentaskan kemiskinan dan menaikkan taraf hidup masyarakat.
“Rumah harus bisa memberikan kenyamanan dan kesehatan agar kualitas hidup orang yang tinggal didalamnya bisa semakin baik. Dengan kualitas hidup yang baik itu, para penghuninya kemudian dapat melakukan hal-hal yang bersifat produktif dan membuahkan perbaikan ekonomi bagi keluarga tersebut,” tutur Budiharto.
Bantuan rumah sederhana layak huni ini disambut positif warga. Siti Katijah (50), salah satu warga yang rumahnya di renovasi, bersyukur terpilih dalam program ini.
Pasalnya, bila mengandalkan penghasilannya sebagai buruh tani dengan pendapatan Rp40.000 per hari ia tidak akan mungkin bisa memperbaiki rumahnya menjadi sehat dan layak untuk ditinggali.
“Suami saya meninggal tujuh bulan lalu. Sekarang rumah sudah tidak bocor lagi, ada lantainya sehingga saya dan anak-anak bisa istirahat dengan nyaman,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :