Tokoh Reformasi Ajak Aktivis Dakwah Tidak Alergi dengan PDIP

Sabtu, 11 Juli 2020 - 16:50 WIB
loading...
Tokoh Reformasi Ajak...
Tokoh Reformasi 1998, Rama Pratama.(Foto/Dok/Kopi Asyik Partai Gelora)
A A A
BANDUNG - Tokoh Reformasi 1998, Rama Pratama menegaskan bahwa politik Islam tidak mungkin diklaim secara strukturalis, baik oleh partai maupun kelompok tertentu. Politik Islam adalah nilai yang lintas struktur. Di partai yang dianggap bukan partai Islam selalu terdapat muslim. Bahkan, pada partai yang dianggap partai Islam selalu juga ada non-muslim.

"Apa iya politisi muslim merupakan jaminan dirinya selalu memperjuangkan nilai Islam? Terus kalau Politisi non-muslim pasti tidak mungkin memperjuangkan nilai Islam? Nilai Islam itu dengan nilai agama-agama lainnya pada prinsipnya akan bermuara pada kemaslahatan bersama," terang Rama dalam webinar Indonesia Paradise Talk dengan tema Gerakan Pemikiran Politik Islam, Jumat (10/7/2020) malam. BACA JUGA : 99 Orang Positif Covid, Area Pusdikpom Cimahi Disemprot Disinfektan

Dalam webinar yang digelar oleh Kopi Asyik Partai Gelora dan dipandu Raihan Iskandar ini, Rama juga menyatakan bahwa perlu dibedakan antara Islam dan muslim, juga antara politik Islam dan Islam politik. Pasalnya, Islam tidak selalu linier dengan muslim.

"Wajar jika ada scholar yang skeptis terhadap Islam politik karena alih-alih memperjuangkan Islam di politik, namun malah terjebak pada politisasi Islam, bahkan lebih jauh lagi memanipulasi Islam untuk kepentingan politiknya sendiri dan sesaat saja," beber mantan Anggota DPR RI itu.

Karena itu, Rama mengajak berfikir jaringan yang tidak kategorikal atributif. "Bahwa realitas politik adalah realitas jaringan sebagaimana yang dipahami secara post-strukturalis," ujarnya.

Dia mencontohkan, dirinya yang sedang berkontestasi menjadi bakal calon wali kota Depok didukung oleh jaringan lintas partai dan agama. BACA JUGA : Staf Humas Pemkot Bandung Positif Covid-19

"Apakah jika nantinya didukung oleh PDIP, maka saya keluar dari Islam? Ini kesimpulan sesat. Kapan partai politik ber-syahadat?" Kata Rama bergurau.

"Aktivis dakwah yang ingin memperjuangkan Islam, silahkan saja berdiaspora ke partai-partai politik. Jangan alergi juga dengan PDIP, juga bisa ke Gelora dan partai lainnya," tegasnya.

Hal senada disampaikan Tengku Zulkifli Usman yang sering dipanggil TZU, pengamat gerakan Islam internasional. TZU mendorong agar politisi muslim tidak berhenti pada fundamentalisme politik Islam yang membenturkan Islam dengan negara maupun Islamisme politik Islam yang sudah menerima negara, namun masih terbelenggu dengan agenda-agenda formalitas Islam.

"Politisi muslim hendaknya membawa muslim pada post Islamisme yang memperjuangkan kemaslahatan bersama yang itu adalah nilai Islam," kata TZU.

TZU juga menjelaskan bahwa perjuangan teknis seperti mengajak orang giat salat maka itu bukan pekerjaan dengan chanel politik, namun dapat dikerjakan melalui Ormas.

Webinar yang didukung oleh Badan Hubungan Umat Partai Gelora ini diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta dihadiri beberapa penggiat sosial politik, tidak hanya dari Jakarta namun dari Aceh sampai dengan Papua. agung bakti sarasa.
(zai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Rekomendasi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Berita Terkini
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved