Pembangunan Jalan di Daerah Diharapkan Tetap Perhatikan Keseimbangan Alam
Senin, 19 Desember 2022 - 21:07 WIB
loading...
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian, dalam pembukaan Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-15, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (19/12/2022). (Ist)
A
A
A
BOGOR - Pembangunan jalan yang saat ini tengah digencarkan oleh Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), diharapkan tetap memperhatikan keseimbangan alam. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hedy Rahadian.
Maka dari itu kata dia, selama delapan tahun pemerintahan Presiden Jokowi, kolaborasi profesional hingga akademisi pengembang jalan telah berhasil membangun 5.000 km jalan nasional di wilayah perbatasan Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur serta pulau-pulau kecil.
"Jalan harus dapat mewujudkan ruang jalan sekitar yang lebih menarik sehingga dapat dinikmati oleh publik dan tidak menjadi gersang dan tak terawat. Jalan yang berestetika memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan dan menjadi daya tarik," kata Hedy, dalam pembukaan Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-15, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (19/12/2022).
Hedy mencontohkan, jalan yang berestetika bisa dicapai dengan menata lansekap ruang milik jalan dengan tanaman hijau, mengurangi sebesar mungkin kerusakan bentang alam, mengendalikan erosi lereng dengan teknik nonstruktural (vegetatif) atau kombinasinya, dan integrasi desain alinyemen dan view (pemandangan) alam sekitar.
"Selain itu, pengembang jalan juga perlu mengakrabkan diri dengan teknologi jalan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ramah lingkungan yang dimaksud yakni penggunaan aspal daur ulang, campuran aspal hangat, dan perkerasan aspal porous," jelasnya.
Maka dari itu kata dia, selama delapan tahun pemerintahan Presiden Jokowi, kolaborasi profesional hingga akademisi pengembang jalan telah berhasil membangun 5.000 km jalan nasional di wilayah perbatasan Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur serta pulau-pulau kecil.
"Jalan harus dapat mewujudkan ruang jalan sekitar yang lebih menarik sehingga dapat dinikmati oleh publik dan tidak menjadi gersang dan tak terawat. Jalan yang berestetika memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan dan menjadi daya tarik," kata Hedy, dalam pembukaan Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-15, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (19/12/2022).
Hedy mencontohkan, jalan yang berestetika bisa dicapai dengan menata lansekap ruang milik jalan dengan tanaman hijau, mengurangi sebesar mungkin kerusakan bentang alam, mengendalikan erosi lereng dengan teknik nonstruktural (vegetatif) atau kombinasinya, dan integrasi desain alinyemen dan view (pemandangan) alam sekitar.
"Selain itu, pengembang jalan juga perlu mengakrabkan diri dengan teknologi jalan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ramah lingkungan yang dimaksud yakni penggunaan aspal daur ulang, campuran aspal hangat, dan perkerasan aspal porous," jelasnya.
Lihat Juga :