Satwa Dilindungi Ngamuk Serang Warga di Kabupaten Limapuluh Kota

Jum'at, 16 Desember 2022 - 14:38 WIB
loading...
Satwa Dilindungi Ngamuk...
Seekor Owa Siamang peliharaan di Jorong Sialang, Nagari Situjuah Tungka, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, menyerang warga Simpang Ampek, Pasaman Barat. Foto/MPI/Jefly Oktari
A A A
LIMAPULUH KOTA - Seorang warga di Jorong Sialang, Nagari Situjuah Tungka, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, nekat memelihara Owa Siamang. Satwa dilindungi tersebut, akhirnya mengamuk dan menyerang warga Simpang Ampek, Pasaman Barat.

Baca juga: BBKSDA Gagalkan Penyelundupan 22 Satwa Papua Barat yang Dilindungi, Ada Oknum Aparat Terlibat

Melihat satwa dilindungi yang dipeliharanya mengamuk dan menyerang warga, pemilik satwa dilindungi tersebut, akhirnya menyerahkan peliharaannya itu ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat.



Kepala BKSDA Sumatera Barat, Ardi Andono mengatakan, karena sudah kewalahan memelihara Owa Siamang yang merupakan satwa dilindungi, akhirnya pemilik satwa itu menyerahkannya ke BKSDA.

Baca juga: Deli Serdang Gempar! Mayat Wanita Muda Ditemukan dalam Sumur di Ladang Jagung

"Dari hasil observasi, diketahui Owa Siamang ini berkelamin jantan, berusia lima tahun. Di tubuh satwa dilindungi tersebut, tidak ditemukan cacat atau luka serta kelainan fisik. Selanjutnya satwa dilindungi itu, dievakuasi ke kandang TTS Resor Konservasi Wilayah III Harau," ujar Ardi Andono, Jumat (16/12/2022).

Dia menyebutkan, penyerahan satwa dilindungi tersebut, dilakukan pada Rabu (7/12/2022), melalui Resor Konservasi Wilayah III Harau. Satwa dilindungi dan langka itu diserahkan oleh Fely Erizal, yang telah memelihara satwa dilindungi itu.

"Melalui pendekatan edukasi tentang konservasi satwa liar, dan peraturan perundangan yang mengaturnya, termasuk dampak bahaya penyakit yang dapat disebarkan dari satwa dilindungi itu kepada manusia ketika memeliharanya. Akhirnya satwa dilindungi tersebut diserahkan oleh pemilik kepada petugas BKSDA," kata Ardi.

Baca juga: Perampokan Wali Kota Blitar Bermotif Sakit Hati?

Satwa dilindungi yang telah diserahkan ke BKSDA tersebut, akan direhabilitasi terlebih dahulu sebelum nantinya akan dilepasliarkan kembali ke alam. Ardi menyampaikan, Owa Siamang termasuk ke dalam jenis satwa dilindungi, sesuai dengan Permenlhk No. P.106/2018.

"Dan menurut UU No. 5/1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi," sebut Ardi.

"Kami mengapresiasi, dan mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah secara sukarela menyerahkan satwa dilindungi ini, dan berharap ini akan menjadi contoh teladan bagi yang lainnya," imbuhnya.

Baca juga: Miris! 2 Oknum Wartawan dan 1 Atlet Balap Sepeda Ditangkap Polisi karena Jual Narkoba

Owa Siamang merupakan satwa kera hitam berlengan panjang, yang hidup pada pohoh-pohon. IUCN Redlist telah memasukan satwa dilindungi ini, ke dalam daftar jenis satwa yang terancam punah.

Menurut penelitian, Owa Siamang memiliki potensi besar menularkan penyakit TBC kepada manusia melalui saluran pernafasan, sehingga hal ini tentunya membahayakan bagi kesehatan orang yang memeliharanya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Jaga Keseimbangan Ekosistem...
Jaga Keseimbangan Ekosistem Hutan, BCA Dukung Eksistensi Macan Tutul Jawa
Kejaksaan Diminta Segera...
Kejaksaan Diminta Segera Terbitkan P21 Kasus Kematian Hewan Melanie Subono
Bea Cukai Priok: Ekspor...
Bea Cukai Priok: Ekspor Ilegal 3 Ton Trenggiling Rp183 Miliar Akan Dikirim ke Kamboja
Bea Cukai Priok Gagalkan...
Bea Cukai Priok Gagalkan Ekspor Ilegal 3 Ton Sisik Trenggiling Rp183 Miliar
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Pasar Pet Food Premium...
Pasar Pet Food Premium Tumbuh, Bio Cat Bidik Pemilik Anabul
Memasuki Usia Satu Dekade,...
Memasuki Usia Satu Dekade, CPPETINDO Bidik Pasar Internasional
Rekomendasi
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Pancasakti Run 2026:...
Pancasakti Run 2026: Lari Sambil Selamatkan Bumi
Berita Terkini
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved