Rumah PNS DPRD Tangsel Diduduki Puluhan Preman, Harta Benda Dibawa Kabur
Kamis, 15 Desember 2022 - 21:37 WIB
loading...
Farina Arsad perempuan yang bekerja sebagai PNS ini meminta pendampingan ke DPRD Tangsel setelah rumahnya dikuasai oleh sejumlah orang yang diduga preman bayaran.Foto/MPI/Hambali
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Rumah milik seorang PNS bernama Farina Arsad di Kompleks Amarapura, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), dikuasai oleh 40 orang yang diduga preman bayaran . Tak hanya itu barang berharga di rumahnya yang ditaksir mencapai Rp400 juta juga dibawa kabur orang-orang suruhan tersebut.
Farina Arsad, beserta suami dan anaknya terpaksa mengungsi ke lokasi lain demi menghindari benturan fisik. Sementara para preman berwajah garang itu hingga saat ini masih bertahan menduduki rumah tersebut.
"Sampai hari ini masih dikuasai preman-preman itu, jumlahnya memang enggak sebanyak waktu awal mereka datang," ungkap Farina usai meminta pendampingan kasusnya ke DPRD Tangsel, Kamis (15/12/22).
Dia menceritakan, para preman yang berjumlah 40 orang itu mendatangi rumahnya pada Rabu, 7 Desember 2022 lalu, menumpangi 3 unit truk. Saat kejadian, korban dan keluarganya tak berada di rumah.
"Kita lagi pada di luar. Enggak lama ada yang ngabarin kan, terus kita langsung ke sana. Begitu sampai rumah udah selesai, kita disuruh pergi sama mereka," ujarnya. Baca: Polisi Gulung 3 Preman Kampung Pemalak Sopir Truk di Jembatan Dua Penjaringan
Farina Arsad, beserta suami dan anaknya terpaksa mengungsi ke lokasi lain demi menghindari benturan fisik. Sementara para preman berwajah garang itu hingga saat ini masih bertahan menduduki rumah tersebut.
"Sampai hari ini masih dikuasai preman-preman itu, jumlahnya memang enggak sebanyak waktu awal mereka datang," ungkap Farina usai meminta pendampingan kasusnya ke DPRD Tangsel, Kamis (15/12/22).
Dia menceritakan, para preman yang berjumlah 40 orang itu mendatangi rumahnya pada Rabu, 7 Desember 2022 lalu, menumpangi 3 unit truk. Saat kejadian, korban dan keluarganya tak berada di rumah.
"Kita lagi pada di luar. Enggak lama ada yang ngabarin kan, terus kita langsung ke sana. Begitu sampai rumah udah selesai, kita disuruh pergi sama mereka," ujarnya. Baca: Polisi Gulung 3 Preman Kampung Pemalak Sopir Truk di Jembatan Dua Penjaringan
Lihat Juga :