Bayi 1,3 Tahun Gagal Ginjal Akut, KPCDI Siapkan Gugatan Hukum
Rabu, 14 Desember 2022 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
Sang ibu menceritakan, awal kejadian pada Juni 2022 anaknya mengalami demam. Ia kemudian membawanya ke Puskesmas, lantas diberi obat cair berupa Paracetamol. Lantaran belum sembuh, ia datang lagi dan masih diberi sirup Paracetamol. Saat itu anaknya masih berumur 10 bulan.
Baca juga: Komnas Anak Minta BPOM Labeli BPA dan Etilen Glikol di Kemasan Plastik
Tony mengatakan, dari cerita sang ibu, sirup yang diberikan ternyata merupakan salah satu obat yang masuk daftar dilarang beredar karena kandungan dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG) melebihi batas ambang aman. Pemerintah telah menyatakan siropitu terindikasi penyebab gagal ginjal akut pada anak.
Sang anak kini berumur 1,3 tahun dan sudah menjalani terapi cuci darah lewat perut (CAPD), sehingga sudah tidak gagal ginjal akut lagi. Ketika ditanyakan kepada sang ayah apakah cairan diantar gratis atau bayar?
"Kami harus membawa sendiri cairan itu dan harus keluar uang untuk transportasi," ujar sang ayah.
Tony pun mengkritik rumah sakit dimana sang anak melakukan terapi CAPD. "Harusnya gratis, karena ketentuannya satu paket. Ini jelas-jelas melanggar aturan dan merugikan pasien," tegasnya.
Baca juga: Komnas Anak Minta BPOM Labeli BPA dan Etilen Glikol di Kemasan Plastik
Tony mengatakan, dari cerita sang ibu, sirup yang diberikan ternyata merupakan salah satu obat yang masuk daftar dilarang beredar karena kandungan dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG) melebihi batas ambang aman. Pemerintah telah menyatakan siropitu terindikasi penyebab gagal ginjal akut pada anak.
Sang anak kini berumur 1,3 tahun dan sudah menjalani terapi cuci darah lewat perut (CAPD), sehingga sudah tidak gagal ginjal akut lagi. Ketika ditanyakan kepada sang ayah apakah cairan diantar gratis atau bayar?
"Kami harus membawa sendiri cairan itu dan harus keluar uang untuk transportasi," ujar sang ayah.
Tony pun mengkritik rumah sakit dimana sang anak melakukan terapi CAPD. "Harusnya gratis, karena ketentuannya satu paket. Ini jelas-jelas melanggar aturan dan merugikan pasien," tegasnya.
Lihat Juga :