Gempar! Komandan Brigif Kariango Perintahkan Prajurit Makan Puntung Rokok, Kenapa?
Selasa, 13 Desember 2022 - 21:12 WIB
loading...
A
A
A
Tidak kurang dari 350 rit truk (volume sampah) yang dikeluarkan dari area brigade. Dia bahkan menemukan residu atau timbunan sampah berusia puluhan tahun.
“Kami sampai kehabisan anggaran BBM untuk mengangkut sampah-sampah itu. Benar kan Pak Anto?” kata Doni sambil mengarahkan pandangan kepada Letjen TNI (Purn) Anto Mukti Putranto. Sekadar diketahui, saat Doni menjabat komandan Brigif, AM Putranto merupakan Kepala Staf (Kas) Brigif Kariango berpangkat Letkol. Putranto pun tertawa mendengar pertanyaan Doni, “Benar,” ucapnya.
Perlahan tapi pasti, sejak itu markas Brigif Kariango menjadi bersih dari sampah. Tapi persoalan tidak berhenti sampai di situ. Kebiasaan membuang sampah sembarangan ternyata belum benar-benar hilang, termasuk kebiasaan membuang puntung rokok.
Dibuatlah peraturan tegas untuk menghentikan kebiasaan buruk ini. Setiap prajurit-- terutama yang merokok-- wajib membawa bekas kaleng semir. Selesai merokok, mereka diwajibkan matikan dan simpan puntungnya di kaleng semir, untuk nanti dibuang di tempat sampah. Efektifkah? Ternyata tidak!
![Gempar! Komandan Brigif Kariango Perintahkan Prajurit Makan Puntung Rokok, Kenapa?]()
Baca juga: Purnawirawan TNI AD Serahkan 141.400 Bibit Tanaman untuk IKN ke Menteri PUPR
Dalam inspeksi rutin, Doni masih menemukan puntung rokok di jalanan. Seketika Doni memerintahkan prajurit yang mendampinginya untuk memungut dan memakannya. Padahal, mungkin bukan dia yang membuang puntung rokok itu.
Kontan seisi Brigade “gempar” oleh kabar komandan menghukum dengan menyuruh prajurit memakan puntung rokok yang dibuang sembarangan. Tidak butuh waktu lama, prajurit perokok selalu mengantongi kaleng semir. Area brigif semakin bersih.
AM Putranto juga senapas dengan Doni. Lulusan Akmil 1987 itu pernah memberikan tantangan kepada rombongan tamu dari pusat baik itu dari Kostrad atau Mabesad atau bahkan Mabes TNI. Jika tamu itu ada yang menemukan puntung rokok di area Brigif, disediakan uang Rp 500.000.
“Dan Kas Brigif tidak pernah mengeluarkan uang itu, karena memang sudah tidak ada lagi puntung rokok terbuang sembarangan,” tulis Egy.
Menghijaukan Brigif Kariango
Masalah yang juga jadi perhatian utama Doni Monardo saat memimpin Brigif Kariango yaitu kegersangan. Di sinilah ‘tangan Tuhan’ bekerja. Seseorang memperkenalkan Doni dengan bankir Makassar, Andi Tenri “Onny” Gappa.
Onny Gappa merupakan Ketua Perhimpunan Perbankan Nasional (Perbanas) Sulsel dua dekada, 90-an dan 2000-an. Menariknya, dia bukan berlatar belakang akuntan, ekonom, atau manajemen. Onny insinyur animal husbandry dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
“Kami sampai kehabisan anggaran BBM untuk mengangkut sampah-sampah itu. Benar kan Pak Anto?” kata Doni sambil mengarahkan pandangan kepada Letjen TNI (Purn) Anto Mukti Putranto. Sekadar diketahui, saat Doni menjabat komandan Brigif, AM Putranto merupakan Kepala Staf (Kas) Brigif Kariango berpangkat Letkol. Putranto pun tertawa mendengar pertanyaan Doni, “Benar,” ucapnya.
Perlahan tapi pasti, sejak itu markas Brigif Kariango menjadi bersih dari sampah. Tapi persoalan tidak berhenti sampai di situ. Kebiasaan membuang sampah sembarangan ternyata belum benar-benar hilang, termasuk kebiasaan membuang puntung rokok.
Dibuatlah peraturan tegas untuk menghentikan kebiasaan buruk ini. Setiap prajurit-- terutama yang merokok-- wajib membawa bekas kaleng semir. Selesai merokok, mereka diwajibkan matikan dan simpan puntungnya di kaleng semir, untuk nanti dibuang di tempat sampah. Efektifkah? Ternyata tidak!

Baca juga: Purnawirawan TNI AD Serahkan 141.400 Bibit Tanaman untuk IKN ke Menteri PUPR
Dalam inspeksi rutin, Doni masih menemukan puntung rokok di jalanan. Seketika Doni memerintahkan prajurit yang mendampinginya untuk memungut dan memakannya. Padahal, mungkin bukan dia yang membuang puntung rokok itu.
Kontan seisi Brigade “gempar” oleh kabar komandan menghukum dengan menyuruh prajurit memakan puntung rokok yang dibuang sembarangan. Tidak butuh waktu lama, prajurit perokok selalu mengantongi kaleng semir. Area brigif semakin bersih.
AM Putranto juga senapas dengan Doni. Lulusan Akmil 1987 itu pernah memberikan tantangan kepada rombongan tamu dari pusat baik itu dari Kostrad atau Mabesad atau bahkan Mabes TNI. Jika tamu itu ada yang menemukan puntung rokok di area Brigif, disediakan uang Rp 500.000.
“Dan Kas Brigif tidak pernah mengeluarkan uang itu, karena memang sudah tidak ada lagi puntung rokok terbuang sembarangan,” tulis Egy.
Menghijaukan Brigif Kariango
Masalah yang juga jadi perhatian utama Doni Monardo saat memimpin Brigif Kariango yaitu kegersangan. Di sinilah ‘tangan Tuhan’ bekerja. Seseorang memperkenalkan Doni dengan bankir Makassar, Andi Tenri “Onny” Gappa.
Onny Gappa merupakan Ketua Perhimpunan Perbankan Nasional (Perbanas) Sulsel dua dekada, 90-an dan 2000-an. Menariknya, dia bukan berlatar belakang akuntan, ekonom, atau manajemen. Onny insinyur animal husbandry dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Lihat Juga :