Wali Kota Blitar Sebut Salah Satu Perampok Berciri Tubuh Kekar
Selasa, 13 Desember 2022 - 17:47 WIB
loading...
Wali Kota Blitar, Santoso memberikan keterangan kepada wartawan usai disekap oleh kawanan perampok, Senin (12/12/2022). Dia menyebut salah satu ciri perampok bertubuh kekar. Foto: MPI/Solichan Arif
A
A
A
BLITAR - Wali Kota Blitar Santoso akhirnya angkat bicara usai disekap bersama istri oleh kawanan perampok yang menerobos kamarnya, Senin (12/12/2022) dini hari WIB. Dia menyebut pelaku sebanyak 3 orang dan salah satu pelaku berciri tubuh kekar dan bersepatu keras (prok).
“Salah seorang di antara pelaku bertubuh kekar dan mengenakan sepatu yang keras. Satu orang di antara pelaku membawa senjata tajam model parang. Pakai sepatu prok. Bukan sepatu kets. Postur tubuhnya kekar pakai rompi,” ujar Santoso kepada wartawan Selasa (13/12/2022).
Begitu kawanan perampok berhasil menjebol pintu kamar, mereka langsung menyergap orang nomor satu Blitar itu bersama istri. Santoso ditengkurapkan dengan muka menghadap lantai. Tangan, mulut, tangan dan kakinya dilakban. Begitu juga dengan Feti Wulandari, istrinya, juga disekap.
Baca juga: Kronologi Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar: Lumpuhkan 3 Petugas Satpol PP
Dalam keadaan terjepit dan dianiaya, yakni tubuhnya dipukul dan ditendang lantaran dipaksa menunjukkan tempat penyimpanan uang, Santoso mengaku masih sempat mengamati gestur salah seorang pelaku.
Aksi kawanan perampok di rumah dinas Wali Kota Blitar berlangsung antara pukul 3-4 dini hari. Para pelaku diperkirakan berjumlah 5 orang. Sebanyak 3 orang menyatroni kamar Wali Kota Santoso dan 2 orang melumpuhkan 3 orang peugas Satpol PP.
“Salah seorang di antara pelaku bertubuh kekar dan mengenakan sepatu yang keras. Satu orang di antara pelaku membawa senjata tajam model parang. Pakai sepatu prok. Bukan sepatu kets. Postur tubuhnya kekar pakai rompi,” ujar Santoso kepada wartawan Selasa (13/12/2022).
Begitu kawanan perampok berhasil menjebol pintu kamar, mereka langsung menyergap orang nomor satu Blitar itu bersama istri. Santoso ditengkurapkan dengan muka menghadap lantai. Tangan, mulut, tangan dan kakinya dilakban. Begitu juga dengan Feti Wulandari, istrinya, juga disekap.
Baca juga: Kronologi Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar: Lumpuhkan 3 Petugas Satpol PP
Dalam keadaan terjepit dan dianiaya, yakni tubuhnya dipukul dan ditendang lantaran dipaksa menunjukkan tempat penyimpanan uang, Santoso mengaku masih sempat mengamati gestur salah seorang pelaku.
Aksi kawanan perampok di rumah dinas Wali Kota Blitar berlangsung antara pukul 3-4 dini hari. Para pelaku diperkirakan berjumlah 5 orang. Sebanyak 3 orang menyatroni kamar Wali Kota Santoso dan 2 orang melumpuhkan 3 orang peugas Satpol PP.
Lihat Juga :