Cegah Tawuran Pelajar, Ganjar Suarakan 'Ayo Jogo Konco'
Minggu, 11 Desember 2022 - 06:46 WIB
loading...
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyuarakan aksi Ayo Jogo Konco alias Ayo Jaga Teman untuk mencegah tawuran pelajar.
A
A
A
SOLO - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyuarakan aksi 'Ayo Jogo Konco' alias 'Ayo Jaga Teman' untuk mencegah tawuran pelajar. Hal itu disampaikan Ganjar dalam acara virtual peringatan Hari Anak Sedunia dengan tema 'Rembug Konco, Kids Take Over'.
Melalui aksi ini, Ganjar ingin setiap anak menjadi 'polisi' untuk menjaga temannya agar tidak menghendaki adanya tawuran. Dalam kalimat Ayo Jogo Konco, Ganjar juga ingin anak-anak menjadi pelopor kebaikan bagi teman-temannya.
"Kita tidak ingin di setiap sekolah, setiap daerah, ada polisi anak-anak dan mengawasi perilaku anak-anak, tidak. Setiap dari diri anak-anak bisa menjadi polisi, untuk menjadi pelopor memberikan contoh, memberikan literasi untuk sekaligus bisa menjadi pelapor, tidak takut," kata Ganjar, Sabtu (10/12/2022).
Baca juga: Mengenal Mangkunegara, Kakak Raja Kartasura yang Sempat Dibuang VOC ke Sri Lanka
Dengan melapor aksi tidak terpuji itu, lanjut Ganjar, dinas terkait akan langsung merespons. Ganjar mengatakan, ada banyak media melapor seperti sosial media, telfon, ataupun aplikasi.
Menurut Ganjar, ketersediaan banyak media tersebut membuat para siswa tidak lagi takut untuk melapor. Namun demikian, Ganjar menyebut yang penting laporan tersebut tidak boleh bermuatan fitnah.
"Kalau kita sudah tahu persoalan ini, yuk kita wujudkan (menangani), kalau perlu nanti kita ukur. Kita buat indikator-indikator, bahwa sesuatu sedang tidak berjalan dengan baik," sambung Ganjar.
Melalui aksi ini, Ganjar ingin setiap anak menjadi 'polisi' untuk menjaga temannya agar tidak menghendaki adanya tawuran. Dalam kalimat Ayo Jogo Konco, Ganjar juga ingin anak-anak menjadi pelopor kebaikan bagi teman-temannya.
"Kita tidak ingin di setiap sekolah, setiap daerah, ada polisi anak-anak dan mengawasi perilaku anak-anak, tidak. Setiap dari diri anak-anak bisa menjadi polisi, untuk menjadi pelopor memberikan contoh, memberikan literasi untuk sekaligus bisa menjadi pelapor, tidak takut," kata Ganjar, Sabtu (10/12/2022).
Baca juga: Mengenal Mangkunegara, Kakak Raja Kartasura yang Sempat Dibuang VOC ke Sri Lanka
Dengan melapor aksi tidak terpuji itu, lanjut Ganjar, dinas terkait akan langsung merespons. Ganjar mengatakan, ada banyak media melapor seperti sosial media, telfon, ataupun aplikasi.
Menurut Ganjar, ketersediaan banyak media tersebut membuat para siswa tidak lagi takut untuk melapor. Namun demikian, Ganjar menyebut yang penting laporan tersebut tidak boleh bermuatan fitnah.
"Kalau kita sudah tahu persoalan ini, yuk kita wujudkan (menangani), kalau perlu nanti kita ukur. Kita buat indikator-indikator, bahwa sesuatu sedang tidak berjalan dengan baik," sambung Ganjar.
Lihat Juga :