Bangkitkan Ekonomi saat Pandemi, Ini Strategi Pemprov Jabar

Jum'at, 10 Juli 2020 - 11:19 WIB
loading...
Bangkitkan Ekonomi saat...
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Foto/Dok/Humas Pemprov Jabar
A A A
BANDUNG - Provinsi Jawa Barat (Jabar) berupaya mengatasi kondisi perekonomian yang terpuruk akibat pandemi COVID-19. Sejumlah strategi pun telah dilakukan agar perekonomian bangkit lagi.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, mengacu pada hasil kajian lembaga ekonomi internasional, ada tujuh sektor yang dapat membangkitkan perekonomian Jabar di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menyebutkan, sektor pertama yang dipercaya mampu membangkitkan ekonomi adalah investasi.

Oleh karenanya, Jabar siap menyambut perusahaan yang berencana merelokasi usaha dari Tiongkok ke Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.

"Siapa yang bisa menjemput peluang ini pasca COVID-19, maka dia akan menjadi pemenang," ujar Kang Emil dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/7/2020).

"Setiap tahun kami juara investasi se-Indonesia, Rp137 Triliun investasi masuk ke Jawa Barat. Tapi, dengan COVID-19 ini, investor banyak pindah dari Tiongkok, ya, kami sambut," sambungnya.

Selain investasi, kata Kang Emil, Jabar juga terus berinovasi dengan swasembada alat kesehatan (alkes) penanganan COVID-19, mulai dari alat rapid test sampai ventilator. Dengan begitu, Jabar dapat mengurangi impor alkes.

"Kami bisa menjadi provider produk-produk Indonesia dan juga bisa eksportir ke dunia, seperti PT Pindad bisa bikin ventilator, suatu saat bisa ekspor rapid test buatan Unpad, PCR buatan Biofarma, dan seterusnya," katanya.

Menurut Kang Emil, Jabar diprediksi dapat menjadi pusat kesehatan terbaik Indonesia. Kemudian, Jabar disarankan untuk intens mengembangkan teknologi.

"Karena orang-orang yang cepat delivery dengan teknologi itu yang akan menjadi pemenang,” katanya.

Tidak hanya itu, Jabar pun terus berinovasi dalam digitalisasi, salah satunya mengembangkan program Desa Digital yang dinilainya mampu mendongkrak perekonomian, terutama di pedesaan.

Program Desa Digital sendiri, kata dia , terpilih sebagai Digital Equity and Accessibility dalam ajang IDC Smart City Asia/Pacific Awards 2020 karena dinilai mampu memberdayakan masyarakat dan meningkatkan aksesibilitas informasi melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet.

"Keenam, ekonomi jangka panjang ini juga harus menjadi kebutuhan. Kami sedang membangun pabrik yang mengubah plastik menjadi solar, tapi terinterupsi. Ketujuh, local tourism bisa menjadi peluang Jawa Barat," paparnya.

Dia menegaskan, kegiatan ekonomi di Jabar harus kembali bergairah di tengah pandemi dan pihaknya menargetkan pertumbuhan ekonomi Jabar tidak minus.

Berdasarkan studi CSIS, tambahnya, ada empat kategori atau kuadran selama pandemi COVID-19, yakni kuadran kesehatan buruk dan ekonomi buruk, kesehatan baik dan ekonomi buruk, ekonomi baik dan kesehatan buruk, serta kuadran kesehatan baik dan ekonomi baik. (Baca juga: Sempat Hanya Beroperasi 15%, Industri Jabar Mulai Bangkit)

"Alhamdulillah, Jawa Barat ada di kuadran kesehatan membaik juga ekonomi pun membaik. Inilah sedikit keyakinan kami bahwa strategi kebersamaan kami bersama bupati/wali kota menghasilkan kondisi yang kami harapkan, yaitu kesehatan tetap kami waspada, ekonomi perlahan-lahan kami buka," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Stabilitas Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Taufik Garsadi menyatakan, Jabar juga fokus mendorong produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terpuruk akibat pandemi.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Amanat Petani Tembakau...
5 Amanat Petani Tembakau Madura-Nusantara di Tengah Penyimpangan Pita Cukai
Menguak Tabir Hubungan...
Menguak Tabir Hubungan Rahasia Kerajaan Nusantara dan Kesultanan Persia: Diplomasi Rempah yang Mengubah Wajah Indonesia!
Raja Singasari Kertanagara...
Raja Singasari Kertanagara Pencetus Penyatuan Nusantara yang Gemar Jalankan Ritual Tantrayana
Infrastuktur Hidrogen...
Infrastuktur Hidrogen Hijau Kunci Wujudkan Dekarbonisasi Transportasi
Majelis Adat Kerajaan...
Majelis Adat Kerajaan Nusantara Dukung Pembangunan Nasional
Kekuasaan hingga Semenanjung...
Kekuasaan hingga Semenanjung Melayu Buat Kerajaan Sriwijaya Jadi Poros Perdagangan Internasional
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Kolaborasi Budaya Nusantara...
Kolaborasi Budaya Nusantara untuk Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan UMKM
Waka BRIN Sebut Pentingnya...
Waka BRIN Sebut Pentingnya Kesetaraan Peradaban Nusantara dengan China
Rekomendasi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Berita Terkini
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved