Gunung Kerinci Erupsi! 2 Kali Semburkan Abu Vulkanik

Selasa, 06 Desember 2022 - 19:49 WIB
loading...
Gunung Kerinci Erupsi! 2 Kali Semburkan Abu Vulkanik
Gunung Kerinci di Solok Selatan, Sumatera Barat meletus dengan mengeluarkan dua kali semburan abu vulkanik setinggi 700 meter dari puncak ke arah barat daya. Foto/iNews TV/Kapior Gandi
A A A
SOLOK SELATAN - Gunung Kerinci di Solok Selatan, Sumatera Barat meletus (erupsi) dengan mengeluarkan dua kali semburan abu vulkanik setinggi 700 meter. Erupsi Gunung Kerinci yang memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (Mdpl) terpantau seismograf dan pos pemantauan.

Semburan abu tebal berwarna cokelat kehitaman condong ke arah barat daya dengan ketinggian kolom hingga 700 meter di atas puncak.

Baca juga: Gunung Kerinci Erupsi, Kolom Abu hingga 750 Meter di Atas Puncak

"Iya semburan abu vulkanik terjadi dua kali sejak tadi pagi. Abunya cukup tebal," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci, S. Mamory.

Dia mengatakan semburan abu vulkanik yang pertama tercatat pada sekitar pukul 04.30 WIB dan semburan kedua pada pukul 08.22 WIB.



"Kami tiap hari memberikan rekomendasi untuk masyarakat tidak beraktivitas dan mendekati puncak dan saat ini status Gunung Kerinci dalam level II atau waspada," ujar dia.

Kepala Seksi Wilayah I Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Kerinci, Nurhamidi membenarkan terjadinya semburan abu vulkanik.

Baca juga: Gunung Kerinci Erupsi, PVMBG: Kolom Abu 200 Meter di Atas Puncak

"Tadi saya memang mendapatkan video rekaman (semburan abu vulkanik) dari petugas PGA Pos Kerinci," katanya.

Gunung Kerinci sempat dua pekan dalam kondisi tenang. Namun sejak hari ini mulai kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Peningkatan aktivitas vulkanik ini terjadi sejak Oktober 2022.

Terpisah, Edi Saptono selaku petani yang berada disekitar gunung Kerinci di Bangun Rejo, Nagari Lubuk Gadang Selatan Kabupaten Solsel mengaku tidak ada berdampak terkait semburan abu vulkanik itu.

"Cuma agak mendung, namun abu tidak sampai ke Bangun Rejo dan masyarakat juga masih melakukan aktivitas bertani dan berladang," ujarnya.
(shf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.4094 seconds (11.252#12.26)