Berdalih Depresi Kena PHK, Ayah Cabuli Anak Angkat hingga 18 Kali

Kamis, 09 Juli 2020 - 20:55 WIB
loading...
Berdalih Depresi Kena...
Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono saat menginterogasi Kasmani, tersangka kasus pencabulan di Mapolres Semarang, Kamis (9/7/2020). Foto/Ist
A A A
SEMARANG - Kasmani (40) warga Pasekan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang diringkus polisi. Lelaki ini ditangkap lantaran diduga telah mencabuli anaknya angkatnya berinisial RH (13).

Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono menjelaskan, tersangka pertama kali mencabuli korban di rumahnya pada Februari 2020. Saat itu, rumah dalam kondisi sepi dan isterinya sedang bekerja di sebuah rumah makan. Setelah itu, tersangka ketagihan dan mengulangi perbuatannya hingga sebanyak 18 kali. (Baca juga: Remaja di Gunung Mas Dibekuk Usai Memperkosa Janda Muda di Semak Belukar)

“Tersangka melakukan perbuatannya sejak Februari hingga Mei 2020. Dia mencabuli korban di kamar anak angkatnya itu,” kata Kapolres saat gelar perkara kasus tersebut di Mapolres Semarang, Kamis (9/7/2020). (Baca juga: Geger Bayi Perempuan Tewas di Pantai Tuban, Tali Pusar Masih di Perut)

Menurut Kapolres, kasus tersebut terungkap setelah korban menceritakan nasib yang dialami kepada ayah kandungnya Nur Khamid pada 2 Juni 2020. Mendengar cerita itu, ayah kandung korban tidak terima dan melaporkan perbuatan tersangka ke Polres Semarang.

Berdasarkan laporan tersebut, petugas Polres Semarang langsung melakukan penyelidikan. Selang dua hari setelah menerima laporan, petugas berhasil menangkap tersangka di rumahnya dan mengamankan barang bukti.

“Perbuatan tersangka melanggar Pasal 81 Jo Pasal 76D dan/atau pasal 82 Jo pasal 76E UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya hingga 15 tahun penjara," tandas Kapolres.

Sementara itu, tersangka Kasmani mengatakan, dirinya khilaf saat melakukan perbuatan itu. “Saya depresi karena terkena PHK akibat Corona. Karena menganggur dan sering di rumah. Saya khilaf dan mencabuli anak angkat saya,” ujarnya.

Dia menyatakan selama melakukan perbuatan itu, dirinya selalu menghitung tanggal menstruasi anak angkatnya. Itu dilakukan guna mengantisipasi agar korban tidak hamil. “Saya menyesal,” ucapnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perempuan Bangsa Desak...
Perempuan Bangsa Desak Pendampingan Total Santri Korban Kekerasan Seksual Kiai di Pati
Pengacara Santriwati...
Pengacara Santriwati Korban Pencabulan di Pati Tolak Disogok Rp400 Juta untuk Cabut Laporan
Modus Kiai Ponpes Pati...
Modus Kiai Ponpes Pati Cabuli Santriwati Terungkap: Dalih Hilangkan Penyakit hingga Kekerasan
Kasus Pencabulan Puluhan...
Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Dicabut dan Ditutup Permanen
Temui Hotman Paris,...
Temui Hotman Paris, Korban Pencabulan di Ponpes Ndolo Kusumo Pati Ungkap Intimidasi dari Keluarga Pelaku
Korban Pencabulan Pendiri...
Korban Pencabulan Pendiri Ponpes Ndolo Kusumo Pati Sudah Lapor Polisi sejak 2024, tapi Malah Dapat Intimidasi
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Rekomendasi
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
FIFA: Gestur Kontroversial...
FIFA: Gestur Kontroversial Asisten Wasit VAR Tak Langgar Aturan
Berita Terkini
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved