Hasil Autopsi Tragedi Kanjuruhan Dipertanyakan, Ayah Korban: Mulut Keluar Busa dan Bau Amoniak!

Rabu, 30 November 2022 - 20:03 WIB
loading...
Hasil Autopsi Tragedi...
Devi Athok Yulfitri, ayah korban Tragedi Kanjuruhan menunjukkan foto jasad anaknya yang berbusa. Foto/MPI/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Hasil autopsi korban Tragedi Kanjuruhan menyimpulkan tidak ada residu gas air mata yang ditemukan. Kedua korban, NDR (16) dan NDA (14) disimpulkan meninggal dunia karena adanya patah tulang rusuk, patah tulang iga, dan pendarahan di beberapa organ.

Namun hal itu ditepis oleh Devi Athok Yulfitri, ayah kedua korban Tragedi Kanjuruhan. Menurut Devi, kedua anaknya secara fisik luar tidak ditemukan luka di tubuh dari kepala ke bawah.

Baca juga: Hasil Autopsi Tak Ada Residu Gas Air Mata, Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan: Ini Tidak Masuk Akal!

Namun mengeluarkan busa dari mulut Naila dengan wajah keduanya menghitam yang membuat kejanggalan menyeruak.

“Ini dokter Nabil (dokter yang mengautopsi korban) sudah nggak benar. Ini Natasya dan Naila. Si Naila ini berbusa masak diinjak-injak, itu sampai berbusa (mulutnya), kan tidak masuk akal. Kalau nggak karena racun gas air mata yang kedaluarsa itu. Ini oknum polisi sudah bermain-main, sudah nggak benar,” kata Devi Athok Yulfitri ditemui di kantor tim kuasa hukumnya di Kota Malang, pada Rabu sore (30/11/2022).



Bahkan selain adanya busa di mulut korban, Devi juga mengakui ada bau seperti paparan amoniak yang baunya cukup menyengat. Bahkan bau itu ketika menempel di bajunya tidak bisa hilang dalam tiga sampai empat hari pasca memandikan kedua jenazah anaknya.

“Ini saya foto terakhir di (rumah sakit) Wafa, masih keluar busa, dan masih bau amoniak. Amoniak masih ada. Nggak bener ini,” tegasnya.

Baca juga: Hasil Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan, Gas Air Mata Bukan Penyebab Kematian

Ia menyayangkan tim dokter forensik saat akan melakukan autopsi anaknya akan independen dan jujur. Dirinya curiga ada perubahan pernyataan dari tim dokter forensik yang awalnya menyerahkan pengumumannya ke penyidik dan membukanya di pengadilan.

“Ya seharusnya kuasa hukum saya Pak Imam Hidayat mengetahui hasilnya. Alasannya kan akan dirilis di pengadilan, tapi kenapa kok dokter Nabil sudah bicara di media dengan penyebab kematian anak saya. Dokter Nabil sudah tidak sesuai dengan janjinya waktu di makam mengautopsi anak saya,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya tim dokter forensik mengumuman hasil autopsi dua korban jenazah tragedi Kanjuruhan pada Rabu di Surabaya. Pada pengumuman hasil autopsi kedua jenazah itu dijelaskan jenazah NDR dan NDA mengalami patah tulang iga dan pendarahan dalam kategori yang banyak.

Hasil ini merupakan pemeriksaan tim dokter forensik yang melakukan autopsi pada Sabtu 5 November 2022, kepada kakak beradik berinisial NDR (16) dan NDA (14) keduanya warga RT 1 RW 1 Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Proses autopsi dilakukan di pemakaman Dusun Patuk Baran, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Autopsi dilakukan oleh enam orang dokter forensik dari PDFI Jawa Timur dengan pengawalan ketat petugas kepolisian dari Polres Malang yang berjaga.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil Autopsi Ungkap...
Hasil Autopsi Ungkap Balita di Bekasi Tewas dengan 32 Tusukan
RS Polri Ungkap Hasil...
RS Polri Ungkap Hasil Pemeriksaan Sementara Jenazah Bocah 8 Tahun yang Tewas di Penjaringan
Pernyataan Lengkap Mendiktisaintek...
Pernyataan Lengkap Mendiktisaintek soal Gerakan Aksi Mahasiswa dan Insiden Gas Air Mata di Unisba
Insiden di Kampus Unpas...
Insiden di Kampus Unpas dan Unisba, Ini Pernyataan Resmi Polda Jabar
Unpas dan Unisba Tegaskan...
Unpas dan Unisba Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Dalam Demo Ricuh Tadi Malam
Viral Aparat Sisir Massa...
Viral Aparat Sisir Massa hingga Kampus Unpas, Kapolda Jabar: hoaks!
Peringatan 3 Tahun Tragedi...
Peringatan 3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Keluarga Korban Masih Tuntut Keadilan
Kerusuhan Besar Pecah...
Kerusuhan Besar Pecah di Prancis, Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Demonstran Mengamuk
Kemlu: Jenazah Staf...
Kemlu: Jenazah Staf KBRI Zetro Purba Korban Penembakan Sudah Selesai Diautopsi
Rekomendasi
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
iPhone XS Mantan Kepala...
iPhone XS Mantan Kepala Dinas Perizinan Jogja Dilelang KPK: Laku Rp34 Juta, tapi Belum Dilunasi Pemenang Lelang
GIC: Ziarah Kapolri...
GIC: Ziarah Kapolri Bentuk Penghormatan Tulus terhadap Tokoh Bangsa Tanpa Kecuali
Berita Terkini
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
BTS Pilih Konser di...
BTS Pilih Konser di GBK Ketimbang JIS, Pramono: Yang Penting Pajaknya Masuk Jakarta
Dari Barak Militer ke...
Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo Setinggi 1 Meter, Kuasa Hukum: Ijazah Jokowi Kembali Menelan Korban
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved