Bawa 500 Tentara, 2 Kapal Perang Australia Bersandar di Tanjung Priok
Kamis, 24 November 2022 - 16:54 WIB
loading...
Dua kapal perang milik Angkatan Laut Australia terlihat bersandar di Dermaga 2 JICT, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/11/2022). Foto: SINDOnews/Yohannes Tobing
A
A
A
JAKARTA - Dua kapal perang milik Angkatan Laut Australia terlihat bersandar di Dermaga 2 JICT, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/11/2022). Kehadiran kapal perang jenis serbu pengangkut amfibi dan helikopter (LHD) ini membawa misi khusus.
Komandan Indo Pasifik 2022, Komodor Mal Wise AM mengatakan, kedatangan kapal perang HMAS Adelaide dan HMAS Anzac adalah dalam rangka kegiatan rutin tahunan indo-pacific Endeavour (IDE) 2022.
"Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk menghadirkan indo-pacific Endeavour (IDE) 2022 ke Indonesia tahun ini," Kata Komodor Mal Wise AM saat ditemui di lokasi.
Baca juga: KRI Slamet Riyadi 352: Kapal Perang Bekas Belanda, Puluhan Tahun Berjasa Lindungi NKRI
"Ini adalah Kunjungan IDE keempat kami. Rombongan Tugas Gabung ini terdiri dari dua kapal membawa 600 pelaut dan hampir 500 tentara," lanjutnya.
Wise mengatakan, Indo-pacific Endeavour merupakan aktivitas keterlibatan Regional unggulan Australia. Sejauh ini pihaknya sudah mengunjungi 14 negara di Timur Laut, baik di Samudera Hindia dan Asia Tenggara.
Komandan Indo Pasifik 2022, Komodor Mal Wise AM mengatakan, kedatangan kapal perang HMAS Adelaide dan HMAS Anzac adalah dalam rangka kegiatan rutin tahunan indo-pacific Endeavour (IDE) 2022.
"Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk menghadirkan indo-pacific Endeavour (IDE) 2022 ke Indonesia tahun ini," Kata Komodor Mal Wise AM saat ditemui di lokasi.
Baca juga: KRI Slamet Riyadi 352: Kapal Perang Bekas Belanda, Puluhan Tahun Berjasa Lindungi NKRI
"Ini adalah Kunjungan IDE keempat kami. Rombongan Tugas Gabung ini terdiri dari dua kapal membawa 600 pelaut dan hampir 500 tentara," lanjutnya.
Wise mengatakan, Indo-pacific Endeavour merupakan aktivitas keterlibatan Regional unggulan Australia. Sejauh ini pihaknya sudah mengunjungi 14 negara di Timur Laut, baik di Samudera Hindia dan Asia Tenggara.
Lihat Juga :