Warga Mojokerto Demo, Tolak Proyek Overpass Perlintasan Sebidang KA
Kamis, 09 Juli 2020 - 06:56 WIB
loading...
A
A
A
"Kita hanya meminta terowongan (underpass) itu saja. Minimal sepeda motor, sepeda angin bisa melintas," imbuh Sutrisno.(Baca juga : Ormas Islam se Mojokerto Raya Demo Tolak RUU HIP dan TKA Chin a)
Menangapi tuntutan warga tersebut, Kordinator Pengawas Pengembangan Perkeretaan Jawa Timur, Reza Maulana bakal menampung dan menuruti permintaan warga. Kendati ia tak menampik jika dalam desain sebelumnya di lokasi tersebut akan dibangun overpass. Sebab, selama ini perlintasan KA di lokasi di Desa Mojoranu tidak berpalang pintu.
"Jadi untuk mengganti bangunan perlintasan sebidang yang sudah direncanakan sesuai aspirasi masyarakat nanti akan kita buatkan underpass," ungkap Reza.
Namun, pembangunan underpass itu juga dengan catatan. Sebab pembangunan underpass tentunya memiliki dampak tersendiri. Diantaranya berpotensi memunculkan genangan air di underpass itu sendiri. Pihak PT Kereta Api Indonesia meminta agar warga bersedia untuk memaklumi jika kedepannya terjadi genangan di underpass itu saat hujan melanda.
"Permintaan warga tidak terlalu jauh dari lokasi semula, nanti akan kita buatkan underpass yang tidak jauh dari balai desa. Masyarakat juga siap menanggung resiko. Kalau secara kajian, ingin bebas dari genaggan underpass berada pada sisi timur. Namun warga menolak karena terlalu jauh," tandas Reza.
Menangapi tuntutan warga tersebut, Kordinator Pengawas Pengembangan Perkeretaan Jawa Timur, Reza Maulana bakal menampung dan menuruti permintaan warga. Kendati ia tak menampik jika dalam desain sebelumnya di lokasi tersebut akan dibangun overpass. Sebab, selama ini perlintasan KA di lokasi di Desa Mojoranu tidak berpalang pintu.
"Jadi untuk mengganti bangunan perlintasan sebidang yang sudah direncanakan sesuai aspirasi masyarakat nanti akan kita buatkan underpass," ungkap Reza.
Namun, pembangunan underpass itu juga dengan catatan. Sebab pembangunan underpass tentunya memiliki dampak tersendiri. Diantaranya berpotensi memunculkan genangan air di underpass itu sendiri. Pihak PT Kereta Api Indonesia meminta agar warga bersedia untuk memaklumi jika kedepannya terjadi genangan di underpass itu saat hujan melanda.
"Permintaan warga tidak terlalu jauh dari lokasi semula, nanti akan kita buatkan underpass yang tidak jauh dari balai desa. Masyarakat juga siap menanggung resiko. Kalau secara kajian, ingin bebas dari genaggan underpass berada pada sisi timur. Namun warga menolak karena terlalu jauh," tandas Reza.
(nun)
Lihat Juga :