Kasus Beras Bulog 500 Ton Raib dari Gudang, Polres Pinrang Periksa 5 Saksi
Selasa, 22 November 2022 - 19:54 WIB
loading...
A
A
A
Informasi yang berkembang, 500 ton beras yang raib diduga dijual oleh seseorang di Bulog tanpa melalui prosedur resmi kepada salah satu mitranya. Baca juga: Sebut Stok Beras Saat Ini 6,7 Juta Ton, Kepala Bapanas: Aman sampai Akhir Tahun
Dugaan penggelapan ini sudah berlangsung selama dua bulan sejak September 2022. Kasus ini terungkap setelah dilakukan pengecekan jumlah stok yang tersimpan di gudang setelah diketahui hanya tersisa 1.656.850 ton.
Padahal sebelumnya dilaporan administrasi tercatat stok yang tersimpan sebanyak 2.119.900 ton. Rinciannya, di Gudang 1 sebanyak 880.500 ton dan Gudang 2 sebanyak 1.234.400 ton. Artinya, 462,50 kilogram atau hampir 500 ton hilang.
Kepala Kanwil Bulog Sulsel dan Sulbar Bakhtiar saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah mencopot Kepala Gudang Bulog di Bittoeng, Lampa, Kabupaten Pinrang, Muhammad Idris. Juga Kepala Cabang Bulog Pinrang, Radytio W Putra Sikado sudah dicopot. Keduanya dianggap bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Saat ini lanjut Bakhtiar, mereka membantu polisi dalam mengumpulkan bukti dan data terkait pengungkapan kasus yang diduga diperankan orang di Bulog. “Saat ini proses audit dan koordinasi dengan pihak kepolisian masih berlangsung,” ujarnya.
Dugaan penggelapan ini sudah berlangsung selama dua bulan sejak September 2022. Kasus ini terungkap setelah dilakukan pengecekan jumlah stok yang tersimpan di gudang setelah diketahui hanya tersisa 1.656.850 ton.
Padahal sebelumnya dilaporan administrasi tercatat stok yang tersimpan sebanyak 2.119.900 ton. Rinciannya, di Gudang 1 sebanyak 880.500 ton dan Gudang 2 sebanyak 1.234.400 ton. Artinya, 462,50 kilogram atau hampir 500 ton hilang.
Kepala Kanwil Bulog Sulsel dan Sulbar Bakhtiar saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah mencopot Kepala Gudang Bulog di Bittoeng, Lampa, Kabupaten Pinrang, Muhammad Idris. Juga Kepala Cabang Bulog Pinrang, Radytio W Putra Sikado sudah dicopot. Keduanya dianggap bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Saat ini lanjut Bakhtiar, mereka membantu polisi dalam mengumpulkan bukti dan data terkait pengungkapan kasus yang diduga diperankan orang di Bulog. “Saat ini proses audit dan koordinasi dengan pihak kepolisian masih berlangsung,” ujarnya.
(don)
Lihat Juga :